Redaksiku.com – Siapa yang tidak suka bercanda dan tertawa? Di bulan April, ada satu hari yang khusus untuk hal-hal tersebut, yaitu April Mop. Setiap tanggal 1 April, kita bebas untuk membuat lelucon dan bercanda kepada orang lain tanpa harus merasa bersalah. Namun, tahukah kamu dari mana asal usulnya April Mop?
April Mop atau juga dikenal sebagai April Fools’ Day berasal dari tradisi yang sudah ada sejak lama di berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia. Tradisi ini biasanya dilakukan pada awal musim semi di belahan bumi utara dan awal musim gugur di belahan bumi selatan. Pada masa itu, perayaan awal tahun masih dilakukan pada tanggal 25 Maret yang dikenal sebagai tahun baru gerejawi.
Pada tanggal 25 Maret, orang-orang di Eropa akan merayakan akhir musim dingin dan menyambut musim semi. Perayaan ini juga diikuti dengan pemilihan raja palsu yang akan memerintah selama satu hari, biasanya dipilih dari kalangan rakyat jelata, dan diakhiri dengan pesta pora. Tapi, pada abad ke-16, Paus Gregorius XIII memutuskan untuk mengubah kalender Julian menjadi kalender Gregorian yang membuat tanggal 25 Maret berubah menjadi 1 April.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Perubahan kalender tersebut tidak begitu diperhatikan oleh masyarakat biasa sehingga banyak orang yang masih merayakan tahun baru pada tanggal 25 Maret. Orang-orang yang mematuhi tanggal baru, yaitu 1 Januari, menjadikan mereka sebagai objek lelucon dengan memberikan hadiah palsu dan meminta mereka untuk menemui seseorang pada tanggal 1 April yang ternyata tidak ada. Akhirnya, perayaan tahun baru pada tanggal 1 April ini menjadi tradisi yang terus dilakukan dan dikenal sebagai April Mop.
Selain tradisi di Eropa, ada juga legenda yang berasal dari Perancis yang menjelaskan asal usul April Mop. Pada abad ke-16, Raja Charles IX memutuskan untuk mengubah sistem penanggalan di Perancis. Pada saat itu, tanggal 1 Januari menjadi awal tahun baru dan bulan April menjadi bulan pertama dalam tahun baru tersebut. Namun, karena perubahan tersebut tidak begitu dikenal di seluruh penjuru negara, masih ada orang yang merayakan tahun baru pada tanggal 1 April.
Pada saat itu, ada juga orang yang kecewa karena tidak bisa merayakan tahun baru pada tanggal 1 Januari. Mereka akan menunggu sampai tanggal 1 April untuk merayakan tahun baru dengan mengirimkan salam dan hadiah ke teman-temannya. Namun, pada tahun 1564, Raja Charles IX meninggal pada tanggal 30 Mei dan digantikan oleh Raja Henry III. Henry III memutuskan untuk membuat peraturan yang menyatakan bahwa tahun baru akan dirayakan pada tanggal 1 Januari.
Dengan adanya peraturan ini, orang-orang yang kecewa karena tidak bisa merayakan tahun baru pada tanggal 1 Januari menjadi bahan ejekan dan lelucon oleh teman-temannya yang sudah merayakan tahun baru itu. Mereka akan menanyakan ke teman-temannya, “Apa kalian sudah merayakan tahun baru?” dan saat teman-temannya menjawab “sudah”, mereka akan menjawab dengan sarkasme, “Ah, ini baru April Mop!” Seiring berjalannya waktu, peristiwa ini menjadi tradisi yang terus dilakukan hingga sekarang.
Selain kedua legenda di atas, ada juga yang mengatakan bahwa April Mop berasal dari mitologi Yunani tentang dewa Aprilus yang dianggap sebagai dewa kebahagiaan dan kesenangan. Pada tanggal 1 April, orang-orang akan merayakan kegembiraan dan kebahagiaan dengan berpakaian konyol dan membagikan lelucon kepada orang lain sebagai bentuk penghormatan kepada dewa Aprilus.
Meskipun asal usulnya masih diperdebatkan, April Mop telah menjadi tradisi yang terus dilakukan di berbagai negara dan terus berkembang hingga saat ini. Dengan adanya April Mop, kita diajarkan untuk tidak terlalu serius dengan hidup dan belajar untuk lebih menghargai humor dan kebahagiaan. Jadi, jangan heran jika pada tanggal 1 April nanti, kamu akan menemukan banyak lelucon dan candaan di sekitarmu. Selamat merayakan April Mop!
Ikuti berita terkini dari Redaksiku.com di Google News, klik di sini