Cerpen | Lomba | Selasa, 25 Juni 2024 - 11:44 WIB
Napasku tersenggal-senggal. Keringat sebesar biji jagung berjatuhan dari pelipisku. Di depan hanya ada pepohonan dengan akar-akan yang besar. Bayangan hitam nampak terlihat sekilas, berlari dari pohon yang satu ke pohon yang lain. Aku tak bisa melihat sosok itu dengan jelas karena kabut yang pekat ini. Tiba-tiba semuanya menjadi sunyi. Suara-suara serangga tidak lagi terdengar […]