Novel : Because Of You, Re! (Part 3)

- Penulis

Selasa, 15 Oktober 2024 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Because of you, Re !

Because of you, Re !

“Cantik,” puji tulus Dito yang tidak melepas pindaiannya dari perempuan yang membuatnya jatuh suka.

Ungkapan tulus itu tidak mendapat respon kecuali ekspresi Rere yang tetap datar. Akhirnya Dito menghela napas dan mencoba menguasai pembawaan dirinya. Lelaki itu melirik ke arah tablet yang menanyangkan rekaman langsung CCTV di area gerbang rumah dimana ada mobil mertuanya yang masuk ke halaman rumah.

“Papa-Mama sudah sampai, Re. Kita keluar sekarang untuk menyambutnya,” ajak Dito.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ayo!,” jawab singkat Rere.

Hal yang mengejutkan bagi Dito ketika tangan wanita yang biasanya ingin menerkamnya hidup-hidup menyelip di lengannya. “Tidak usah PD, aku malas mendengarkan ceramah mereka!”

Dito tidak bisa untuk menarik sudut bibirnya berlawanan yang menampilkan keteduhan yang semakin membuatnya tampan. Apapun alasan Rere, dia cukup bahagia karena istrinya memulai dulu kontak fisik keduanya walau sebatas memeluk lengan.

Pasangan pengantin baru yang tidak akur itu menunggu dua dua mobil beriringan memasuki area parkir mobil. Mobil yang di depan adalah BMW yang senantiasa digunakan oleh Afrizal. Dari mobil itu keluar kedua orang tua Rere. Sedangkan mobil yang berada di belakang adalah Mini Cooper milik istrinya. Dari mobil tersebut keluar supir yang menyerahkan kunci pada Afrizal.

Melihat pasangan paruh baya yang tampak serasi tersebut, Dito sadar akan alasan istrinya memberikan baju santai. Tampilan Papa Rere malam itu hanya mengenakan kaos oblong warna abu bepadu celana jeans yang tampil serasi dengan ibu mertuanya memakai tunik silver. Tidak ada Afrizal Hutama yang kerap ditemui menggunakan kemeja atau tuxedo. Malam in semua tampak santai dan hangat hanya dari visual berpakaian.

Dua pasang suami istri itu saling berpelukan sebagai sapaan selamat datang kemudian diajak menuju ruang makan untuk menjamu.

“Kunci mobil,” todong Rere saat mereka sudah berkumpul di meja makan.
“Re, kita kan bisa makan dulu,” ucap Meta.
“Nanti lupa, Ma,” jawab Rere.

Afrizal pun menyerahkan kunci kendaraan milik putrinya yang sebelumnya masih terparkir di garasi kediaman Meta dan belum di bawa pindah bersamaan Rere yang mereka tahu menetap di rumah Dito. Oleh karenanya, makan malam ini selain makan malam keluarga juga untuk mengantarkan mobil milik Rere.

“Masakannya lezat, Re. Beli?” tanya Meta.

Dito melirik Rere sebelum menjawab pertanyaan ibu mertuanya. Lelaki itu takut salah menjawab dan membuat kadar kebencian istrinya bertambah. Sayangnya, Rere hanya hanya diam menikmati makanan.

“Engga usah mengarang cerita kalau ini Rere yang masak, ya!” ucap Meta lagi saat ia melihat menantunya menatap putrinya.

Baca Juga:  Novel : Bertahan di Atas Luka Part 41

Tentu saja mendapat cuitan demikian, Dito mengalihkan pandang dengan senyum tanggung pada ibu mertuanya. “Dito panggil chef dan assisten dapur hotel untuk mengurus hidangan malam ini, Ma,” jawab Dito jujur yang ternyata tidak mendapatkan reaksi apapun dari Rere. Istrinya benar-benar acuh.

“Rere tidak payah lo, Dit, kalau soal masak. Tapi, masakan dia itu mahal. Papa saja tidak sanggup membelinya,” timpal Afrizal yang ada benarnya. Rere bisa masak, tapi tidak pernah membiarkan lelaki paruh baya itu untuk mencicipi. Jika bukan waktu itu Afrizal sedang drop dan hanya mau makan jika itu masakan Rere, maka dengan penuh bujuk dan permohonan Meta akhirnya sang putri rela membuatkanya hidangan.

Rere yang mendengar sindiran Papanya hanya merotasi mata tanpa berniat menimpali. Perempuan itu seakan makan sendiri yang tidak berniat bergabung dalam hangat obrolan tiga orang yang makan di meja yang sama dengannya. 

Setelah menikmati hidangan mereka berpindah untuk ke ruang keluarga. Obrolan yang lebih santai tidak membuat Rere turut bergabung dalam perbincangan tersebut. Jika dirinya terpaksa buka suara maka hanya satu kata. Iya, tidak, mungkin, atau hanya nonverbal gendikan bahu.

Meta yang melihat itu hanya menatap sendu dengan putrinya yang hatinya mengeras itu. Dia merasa bersalah pada Dito dan juga khawatir jika lelaki itu lelah, memilih meninggalkan putrinya. Sebagai perempuan yang melahirkan Rere, dia tidak ingin anak semata wayangnya hanya hidup sendiri ketika ia dan Afrizal meninggal nanti.

“Re, kamu sudah menikah. Bisa sedikit saja kamu berubah, Nak?”

“Mama masih mau di sini? Aku capek kerja, boleh istirahat duluan?” 

“Re!” spontan Dito menegur istrinya namun ucapannya tidak di teruskan karena Meta mengangkat telapak tangan untuk melarang menantunya meneruskan untuk menegur. Istri kedua Afrizal itu tidak ingin jika Rere dan suaminya bertengkar. 

Meta sangat paham dengan peringai manusia yang keluar dari rahimnya itu. Rere yang mawarisi keras sikap dari ayahnya tidak mau benteng pertahanannya di dobrak. Jika sudah menghindari seperti itu, Rere bisa saja melakukan gashlighting. Jadi, itu semacam peringatan bahwa pembicaraan tersebut agar tidak dilanjut.

“Ya udah, Mama sama Papa pulang. tapi sebelum itu bagaimana kalau kita foto dulu yuk?” ucap Meta.

Rere dalam mode agar semua segera selesai tidak mengatakan apapun. Ia bangkit dari duduk di sofa samping Dito berpindah duduk di sofa yang panjang cukup empat orang samping Meta.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)
Novel: Padamu Aku Akan Kembali (Part 7)
Novel : Senja Membawamu Kembali ( Tamat)
Novel : Senja Membawamu Kembali ( Part 30)

Berita Terkait

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Senin, 20 Januari 2025 - 10:31 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)

Sabtu, 7 Desember 2024 - 08:41 WIB

Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)

Sabtu, 7 Desember 2024 - 08:38 WIB

Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)

Berita Terbaru