Novel : Cindur Mata (Part 7)

- Penulis

Jumat, 18 Oktober 2024 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga mertuaku memiliki kegemaran memeluk. Hampir semua anggota keluarga selalu bersikap hangat dan penuh ketulusan. Meski kesan pertama yang terlihat dari mereka santai dan tidak terlalu peduli, tapi aku tahu mereka orang-orang yang senang mengobral kasih sayang. Aku bilang hampir semua karena Dio tidak termasuk di dalamnya, juga Mas Dika kalau kalian ingat. Bungsu keluarga ini sedikit berbeda. Bukan dari fisiknya, tapi mulutnya. Dia suka sekali membuat orang lain gemas  karena mulutnya yang tidak bisa menjaga omongan.

“Nggak berubah, ya. Meski pucat tetap saja seksi.” Arka yang tengah mengangkat tas kami menoleh dan mendelik pada adiknya. “Apa? Ibu bilang ayo masuk. Kasihan Mbak Karin kalau berdiri terlalu lama.”

“Jangan dengarkan Dio,” sela Ibu sambil mengusap punggungku. “Kuat nggak jalan sendiri?”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aku masih kuat kalau Mbak Karin mau minta digendong.”

“Dio! Kamu bisa diam tidak?” Kali ini Ayah yang menegurnya. Aku hanya melirik sekilas dan memilih mengikuti langkah Ibu.

Kami sampai di ruang tengah. Ibu mengajakku duduk selagi Arka membawa tas kami ke kamar. Semuanya masih terlihat sama. Ya, tentu saja dalam waktu setengah tahun memang perubahan apa yang aku harapkan? Satu-satunya yang berubah di sini hanyalah aku.

“Kamu tahu, Sayang kenapa perempuan dikatakan makhluk yang kuat?” tanya Ibu yang tiba-tiba sudah duduk di sampingku.

“Karena perempuan itu mampu menghadapi berbagai masalah dengan ketenangan dan keberanian. Mereka tidak menyerah pada kesulitan.” Ah, aku tahu maksud ibu. “Hidup memang tidak selalu sesuai harapan, tapi perempuan kuat tidak terjebak dalam kesedihannya.

“Mungkin kamu tidak menyadari, dalam setiap tindakan baik yang kamu tunjukkan, dalam senyum yang kamu berikan ….” Aku sudah tidak mendengar ucapan Ibu karena lebih sibuk memerhatikan pantulan diriku di standing mirror yang memang dijadikan hiasan dinding di ruang keluarga ini. Suara Ibu tenggelam oleh lamunanku sendiri. Saat itu aku baru menyadari kalau keadaanku memang menyedihkan. Kulitku yang memang putih jadi terlihat sangat pucat seperti tidak dialiri darah, bajuku terlihat kebesaran dengan rambut yang hanya diikat asal-asalan. Aku terlihat seperti gelandangan.

Apa Arka tadi juga melihat semua ini? Tapi, dia tidak mengatakan apa pun. Dia tidak terlihat keberatan, padahal dulu dia selalu mengoreksi tampilanku. Bukan mengoreksi secara detail, hanya dia akan selalu berkomentar kalau aku terlihat tidak matching.

Pernah pada suatu acara, sebenarnya itu pesta yang diadakan oleh salah satu kliennya. Arka diundang sebagai tamu kehormatan karena karya fotografinya berhasil membuat senang istri sang klien. Hubungan suami istri yang tadinya sedikit bermasalah berhasil disatukan lagi.

Baca Juga:  Novel : Choose Happiness (Part 5)

Saat itu Arka memintaku mengganti pakaian hanya karena aku memakai kalung dengan warna batu permata yang tidak sesuai dengan warna gaunku. Katanya, ‘Aku tidak tahu di mana salahnya. Hanya saja aku melihatmu seperti aneh’.

Sudah cukup. Kata ‘aneh’ yang dipakai Arka membuatku tidak ingin berdebat. Tentu saja siapa yang mau dibilang aneh. Apalagi aku akan menghadiri acara besar.

Namun, sepanjang perjalanan kami dari rumah sakit sampai ke rumah Ibu, dia tidak ada mengatakan apa pun. Ini bukan kebiasaan Arka.

Jangan-jangan ceramah ibu sedari tadi ada hubungannya dengan semua ini. Apa mungkin Ibu berpikir aku sangat putus asa?

Apa aku bilang. Pasti Ibu kecewa denganku. Ibu juga kecewa karena harus kehilangan calon cucu dalam waktu yang super cepat. Aku tidak mungkin salah.

Tepukan ibu di tangan menyadarkanku dari lamunan. Aku melihatnya tersenyum. Dia meminta maaf karena harus meninggalkanku untuk menyiapkan menu makan malam.

“Iya, Bu. Tidak apa-apa.”

Sepeninggal Ibu, aku beranjak dan berhenti di depan jendela besar yang menghadap jalan raya. Hari sudah gelap. Lagi-lagi aku hanya menemukan cahaya bintang bersanding dengan bulan sabit yang cahayanya tertutup awan.

Jangan katakan apa pun. Aku tidak butuh penghiburan dan sudah capek mendengar hal-hal yang manis. Aku tatap bintang yang paling terang dengan sedikit geram.

“Nah, ada dua puluh foto yang semuanya terlihat memesona.” Aku tersentak dan buru-buru menengok. Arka tengah menatap ponselnya dengan senyum lebar.

“Apa?”

“Foto,” katanya dengan menggoyangkan ponsel.

“Foto siapa?”

Tanpa menjawab Arka mengulurkan ponselnya ke hadapanku. Aku hampir melupakan kalau dia fotografer. Lihat saja hanya dengan berbekal kamera ponsel, semua foto yang baru diambilnya terlihat luar biasa. Wajahku tidak sepucat saat aku bercermin. Di foto ini setidaknya pipiku bersemu merah, pasti karena efek cahaya dari pantulan lampu jalan atau mungkin cahaya bintang.

“Mau makan sesuatu sebelum makan malam?” tanya Arka yang sudah berdiri di sampingku. Tangannya menggamit pinggangku. “Buah mungkin?”

“Kalau kamu tidak keberatan.”

“Dengan senang hati, Cinta,” jawabnya dengan mengusap punggungku. Aku tersenyum melihatnya berjalan ke arah dapur.

Aku bersyukur, saat keadaan hidupku sekacau ini, aku masih memiliki Arka. Dia masih di sisiku, menjagaku, dan menghiburku. Dia sebenarnya suami yang baik, tidak banyak menuntut. Hanya mungkin beberapa minggu ke belakang ini saja dia berubah jadi sangat cerewet. Tapi, di luar semua itu dia perhatian dan pintar cari uang.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)
Novel: Padamu Aku Akan Kembali (Part 7)
Novel : Senja Membawamu Kembali ( Tamat)
Novel : Senja Membawamu Kembali ( Part 30)

Berita Terkait

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Senin, 20 Januari 2025 - 10:31 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)

Sabtu, 7 Desember 2024 - 08:41 WIB

Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)

Sabtu, 7 Desember 2024 - 08:38 WIB

Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)

Berita Terbaru