Novel : Cindur Mata (Part 7)

- Penulis

Jumat, 18 Oktober 2024 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Ka, makasih, ya.” Kali ini aku mengatakan dengan sangat tulus. Saat aku duduk dan melihat Arka dengan telaten memotong buah, membuatku merasa tersanjung.

“Sama-sama. Cepat sehat, ya, biar kita bisa bikin anak lagi,” jawabnya dengan senyum tengil. Sementara tangan kanannya mengangsurkan piring berisi buah yang sudah dipotong, matanya memandangku dengan hasrat seperti biasa.

“Aku baru operasi, Ka. Setidaknya kamu harus menunggu sampai tiga bulan.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selama itu?”

“Kamu mau jahitanku robek gara-gara ulahmu?”

“Enggak, ah. Nggak mungkin sepanjang itu.”

“Apanya?” Aku mendelik, tidak yakin dengan apa yang aku pikirkan.

“Makan malam sudah siap.” Arka tertawa lebar saat aku menekuk wajah. Baru saja Arka membisikkan sesuatu yang mesum berkaitan dengan sepanjang apa kejantanannya. Belum sempat aku membalas Ibu sudah berteriak agar kami semua  segera makan malam.

Arka membantuku berdiri. Matanya menatap wajahku. Bibirnya menyungging senyum kemenangan. “Kita lanjut nanti obrolan menyenangkan ini.”

Meja makan di tata dengan sangat indah. Aku rasa Ibu memang selalu menyukai keindahan dan kerapian. Saat kami semua duduk, Bi Asih membawa semangkuk sup yang membuatku ngiler. Sup dengan potongan kentang dan taburan bawang merah goreng buatan Ibu memang enak. Setiap aku kesal dengan Arka dan tidak mau diajak ke sini, Ibu pasti mengiming-iming sub buatannya. Pada akhirnya aku akan luluh.

“Karin, kami senang kamu mau tinggal di sini. Jangan berpikir macam-macam, ya. Kalau kamu mau tinggal lebih lama lagi, itu justru lebih baik. Kami sangat senang.” Itu perkataan pertama Ibu saat kami mulai menyantap makanan. “Mamamu sudah Ibu beritahu dan lusa akan langsung meluncur ke sini saat acara tasyakuran.”

Aku mengangguk saja. Meski tidak enak lama-lama tinggal di rumah ini, tapi aku belum punya alasan untuk meninggalkannya. Aku rasa selama aku belum benar-benar sehat, aku masih harus tetap di sini, dilayani dan diawasi.

“Kami juga sedang libur kuliah. Selama Mas Arka ke kantor, aku siap jadi kacungmu, Mbak,” kata Dio dengan senyum yang lebar.

Semua orang memandang Dio dengan tajam.

“Kamu lupa sedang bicara dengan siapa?” sindir Arka dengan mata mendelik.

“Mbak Karin, kan? Mas Arka nggak dengar aku nyebut Mbak?”

“Tapi kamu lupa kalau Mbak Karin itu kakak iparmu, Dio,” sentak Sifa yang tanpa sengaja meletakkan sendoknya dengan sedikit keras. Suara dentingannya membuat kami semua terdiam.

“Kenapa, sih? Apa salahnya aku perhatian dengan kakak ipar?”

Semua orang menggeleng, tapi tidak ada yang mengeluarkan suara.

Baca Juga:  Novel : Bertahan di Atas Luka Part 37

Kemudian percakapan bergeser ke rencana keluarga ini yang akan mengadakan tasyakuran. Setiap awal tahun baru hijriah Ayah selalu mengadakan acara semacam santunan anak yatim yang dibalut dengan tasyakuran. Biasanya acara berlangsung selama sehari penuh, mulai dari khataman Al Quran, pengajian, dan diakhiri dengan makan-makan bersama anak yatim, lalu pembagian bingkisan dan THR.

“Arka Ibu minta maaf, sepertinya acara tasyakuran kali ini akan dihadiri oleh banyak kenalan lama kita,” Ibu mendongak, sejenak mengalihkan perhatiannya dari ayam yang baru saja dipotongnya. “Tante Nisa dan keluarganya akan datang. Termasuk Arsy.”

“Kedengarannya memang kurang menyenangkan.” Arka mengembuskan napas dan beralih menatapku. “Aku dan Arsy pernah dekat beberapa tahun lalu. Tidak lama, makanya mungkin kamu belum pernah mendengarnya. Tapi, dia tidak pernah terima kalau kami sudah tidak lagi sama-sama.”

“Bahkan setelah kamu menikah?” tanyaku tidak yakin. Arka mengangguk. “Sulit dipercaya.”

“Apa sampai sekarang dia masih menginginkanmu?” tanyaku dengan sedikit berbisik.

“Aku rasa tidak. Hanya saja dia selalu mengatakan, di setiap kesempatan, dia yakin semua pria menginginkannya termasuk aku. Jadi, saat kami bertemu dia selalu menggodaku. Tapi percayalah, setelah kita menikah, belum sekali pun kami bertemu.”

“Aku akan pastikan dia tidak akan bisa mendekatimu.”

“Ya, aku sangat yakin itu.” Senyum Arka mengembang sementara tangannya mengusap pahaku.

“Kemungkinan Om Pandu dan Aris juga akan datang,” kata Ibu menambahkan.

“Sempurna,” jawab Arka sinis.

Om Pandu itu adiknya Ibu dan Aris anak tunggalnya. Ibunya sudah lama meninggal dan Om Pandu memilih untuk menduda. Aku tidak tahu kalau Arka punya masalah dengan Aris. Setahuku hubungan mereka cukup baik.

“Aku pernah mendapati Arsy dan Aris keluar dari hotel malam-malam,” jelas Aris tanpa ekspresi. Aku mengerutkan kening. Apa dia masih sakit hati?

“Saat itu aku memang sedang mencari cara untuk putus dari Arsy. Aku merasa kami tidak cocok dalam banyak hal. Lalu, Aris mengacau. Kabar baiknya aku jadi punya alasan. Sebenarnya aku tidak peduli dengan kedekatan mereka, hanya saja aku tidak suka dengan caranya.”

“Kejadian itu sudah sangat lama. Ibu harap kamu sudah bisa melupakannya, Arka.”

“Ya, kita lihat saja nanti,” jawab Arka tidak peduli.

“Tante Rahma juga akan datang. Dia kayaknya ngajak Sesil. Kamu tahu? dia baru pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan kuliahnya di Australia.”

“Sudah seperti acara reuni, ya, Bu?” jawab Arka sarkas.

“Dulu Tante Rahma sangat ingin menjodohkanku dengan Sesil. Dia patah hati saat tahu aku memilihmu,” lanjut Arka dengan menatapku.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)
Novel: Padamu Aku Akan Kembali (Part 7)
Novel : Senja Membawamu Kembali ( Tamat)
Novel : Senja Membawamu Kembali ( Part 30)

Berita Terkait

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Senin, 20 Januari 2025 - 10:31 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)

Sabtu, 7 Desember 2024 - 08:41 WIB

Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)

Sabtu, 7 Desember 2024 - 08:38 WIB

Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)

Berita Terbaru