Dendam Menurut Padangan Islam

- Penulis

Rabu, 21 Februari 2024 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dendam Menurut Padangan Islam

Dendam Menurut Padangan Islam

Redaksiku.com Dalam keseharian berinteraksi kita dengan keluarga, teman atau tetangga, kita pasti pernah memiliki kesalahan. kesal, karena perkataan atau perbuatan orang lain yang membuat kita marah.

Terkadang kesedihan ini disertai dengan kemarahan. Sekalipun rasa sakit itu ada di hati kita, kita ingin orang yang menganiaya kita merasakan hal yang sama seperti yang kita rasakan. Penyakit jantung ini disebut balas dendam.

Dendam Menurut Padangan Islam
Dendam Menurut Padangan Islam

Rasa dendam adalah penyakit jantung yang tidak diterima dalam Islam. Oleh karena itu, cara terbaik untuk menghilangkan penyakit jantung berupa dendam adalah dengan memaafkan. Sebagaimana sabda Nabi SAW, “Tidaklah seseorang memaafkan kezaliman (terhadap dirinya) kecuali Allah akan menambah kemuliaannya,” (HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi). Jika seseorang sulit memaafkan, berarti dia akan dipenuhi penyakit jantung berupa dendam. Meski banyak kerugian yang diterima atau diderita si pembalas. Diantara mereka:

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Akhiri Persahabatan 

Penyakit jantung berupa dendam membuat hubungan antara dua orang menjadi lemah dan terpisah. Penyakit jantung pembalasan akan memperpanjang pertarungan. Bahkan bisa menyebar dan diturunkan dari generasi ke generasi ke anak cucu. Karena balas dendam, akhiri hubungan. Padahal, dalam Islam, mereka tidak diperbolehkan merusak persahabatan. Nabi SAW bersabda yang artinya, “Tidak akan masuk surga pemutus silaturahmi”(Muttafaq ‘Alaihi).

 

2. Tuhan membenci

Bahaya balas dendam begitu besar sehingga merupakan salah satu perbuatan yang paling dibenci Allah. Penyakit balas dendam memisahkan orang yang melakukannya dari sukacita Tuhan. Sebagaimana sabda Nabi SAW, “Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang menaruh dendam kesumat (bertengkar)”,(HR Muslim).

 

 

3. Kemarahan yang ekstrim

Balas dendam datang dengan kemarahan. Marah dilarang dalam Islam karena itu buruk. Kemarahan dan balas dendam bukanlah cara untuk menghadapi mereka yang telah berbuat salah kepada kita, tetapi untuk membalas dengan kebaikan. Dengan menahan amarah dan menghilangkan amarah, surga Allah akan dihargai. Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah marah, maka bagimu Surga”(HR At-Thabrani)

Baca Juga:  Keistimewaan Malam Nisfu Syaban 2025: Ini Dia Waktu, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan

 

4. Dimana Rahmat Allah jauh

Orang tidak perlu menyimpan dendam dan amarah. Karena Tuhan telah berjanji untuk membayar setiap pekerjaan umat-Nya. Marah adalah tanda ketidakpercayaan terhadap rahmat Tuhan dan merupakan salah satu ciri seorang diktator. Menghindari balas dendam adalah cara untuk menjaga hati tetap dekat dengan rahmat Tuhan. Allah berfirman: “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas tanggungan Allah. Dan Allah tidak menyukai orang orang yang zalim”. (QS Asy Syura : 40).

 

5. memprovokasi permusuhan

Jika kita masih menyimpan dendam dan berusaha membalas orang yang menganiaya kita, maka perilaku itu tidak akan berhenti. Oleh karena itu, pada gilirannya, permusuhan akan terus muncul, dan dosa akan mencapai di antara keduanya. Balas dendam akan menjauhkan dua hal yang bertolak belakang dari kedamaian dan kenyamanan hidup.

 

6. Susahnya berteman

Bahaya lain dari balas dendam adalah akan sulit bagi korban untuk berteman. Ketika kita tahu bahwa seseorang suka menahan diri dan membalas dendam atas rasa sakitnya, tentu kita akan malas untuk mendekatinya. Seringkali karena mudah untuk menyakiti mereka, mereka merasa bahwa bahkan orang yang paling benar dan pendendam pun dijauhi oleh orang-orang di sekitar mereka.

 

Ikuti berita terkini dari Redaksiku.com di Google News, klik di sini

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Merayakan Kemenangan, Ini Tradisi Unik Di Hari Raya Idul Fitri
Kapan Lebaran 2025? Apakah serentak? Berikut informasi lengkapnya!
Doa Niat Zakat Fitrah Lengkap: Diri Sendiri, Keluarga, Pasangan, Anak laki-laki dan perempuan
Lailatul Qadar 2025: Malam Seribu Bulan, Keistimewaan, dan Amalan yang Dianjurkan
Sidang Isbat Hari Ini Menentukan Awal Ramadan 2025
Segini Biaya Umroh Per Orang 2025/2026 Menurut Kemenag
Keutamaan dan Jadwal Puasa Syaban 1446 H: Persiapan Menyambut Ramadan 2025
Keistimewaan Malam Nisfu Syaban 2025: Ini Dia Waktu, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan

Berita Terkait

Sabtu, 29 Maret 2025 - 22:40 WIB

Merayakan Kemenangan, Ini Tradisi Unik Di Hari Raya Idul Fitri

Jumat, 28 Maret 2025 - 08:22 WIB

Kapan Lebaran 2025? Apakah serentak? Berikut informasi lengkapnya!

Jumat, 28 Maret 2025 - 08:04 WIB

Doa Niat Zakat Fitrah Lengkap: Diri Sendiri, Keluarga, Pasangan, Anak laki-laki dan perempuan

Jumat, 14 Maret 2025 - 18:45 WIB

Lailatul Qadar 2025: Malam Seribu Bulan, Keistimewaan, dan Amalan yang Dianjurkan

Jumat, 28 Februari 2025 - 08:44 WIB

Sidang Isbat Hari Ini Menentukan Awal Ramadan 2025

Berita Terbaru