Kakorlantas Polri Ungkap Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2025, Begini Skenario Pengaturan Lalu Lintas yang Akan Diterapkan

- Penulis

Kamis, 3 April 2025 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kakorlantas Polri memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 dan siapkan langkah antisipasi seperti one way. (Foto: Dok. TBN Polri)

Kakorlantas Polri memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 dan siapkan langkah antisipasi seperti one way. (Foto: Dok. TBN Polri)

Arus balik Lebaran 2025 diprediksi akan mencapai puncaknya pada 5, 6, dan 7 April.

Dalam menghadapi lonjakan volume kendaraan yang besar, Polri sudah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan kelancaran lalu lintas.

Salah satu upaya utama yang akan diterapkan adalah sistem pengaturan jalur seperti contraflow dan one way.

Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk memudahkan pergerakan kendaraan yang kembali ke kota pasca-libur Lebaran, dan mencegah terjadinya kemacetan yang bisa mengganggu kenyamanan pemudik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryanugroho, mengungkapkan bahwa berbagai persiapan sudah matang dilakukan, dan skema pengaturan lalu lintas akan lebih hati-hati dan fleksibel untuk menghadapi kondisi yang dinamis di lapangan.

Puncak Arus Balik Mudik Lebaran

Kakorlantas Polri memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 dan siapkan langkah antisipasi seperti one way. (Foto: Dok. TBN Polri)
Kakorlantas Polri Ungkap Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2025, Begini Skenario Pengaturan Lalu Lintas yang Akan Diterapkan

Menurut Kakorlantas Polri, puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada tanggal 5, 6, dan 7 April 2025.

Pada tanggal tersebut, diperkirakan jumlah kendaraan yang kembali ke kota pasca-liburan akan sangat tinggi, terutama di jalan-jalan utama yang menghubungkan jalur mudik dengan pusat-pusat ekonomi seperti Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

Untuk mengatasi hal ini, Polri mempersiapkan pengaturan jalur yang lebih ketat dan melibatkan teknologi serta langkah-langkah preemptif agar kemacetan bisa diminimalisasi.

Sebagai persiapan, pada 2 April sudah diterapkan sistem contraflow dari KM 70 hingga KM 55. Langkah ini untuk memecah kepadatan kendaraan dan memastikan pergerakan yang lebih lancar bagi pemudik yang ingin kembali ke kota.

Sistem Contraflow dan One Way untuk Kelancaran Lalu Lintas

Pada tanggal 3 April, jika volume kendaraan terus meningkat, Polri berencana untuk memperpanjang penerapan sistem one way, dimulai dari KM 188 hingga KM 70.

Jika kondisi lalu lintas semakin padat, skema ini bisa diperpanjang hingga KM 246 Pejagan.

Penerapan sistem one way lokal ini bertujuan untuk mengurangi titik-titik kemacetan yang biasanya terjadi di jalur utama dan memastikan bahwa kendaraan dapat bergerak lebih cepat tanpa terhambat oleh arus kendaraan yang datang dari arah sebaliknya.

Polri berusaha untuk menjamin kelancaran perjalanan dengan mengoptimalkan jalur-jalur yang tersedia dan mengarahkan kendaraan untuk menggunakan rute yang lebih efisien.

Baca Juga:  Mudik Lebaran 2025: Pemerintah Ngebut Infrastruktur, Kapan Awal Puasa dan Libur Lebaran?

Pengaturan Lalu Lintas pada Puncak Arus Balik

Saat puncak arus balik pada 5 dan 6 April, Polri akan memberlakukan sistem one way nasional.

Penerapan one way nasional akan dimulai dari KM 414 Kalikangkung, dengan tujuan untuk mengalirkan kendaraan secara lebih efisien menuju kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya.

Dengan adanya langkah ini, diharapkan kendaraan yang kembali dari luar kota bisa bergerak dengan lebih lancar tanpa terhambat oleh arus kendaraan yang datang dari arah berlawanan.

Selain itu, langkah ini juga meminimalkan terjadinya kemacetan panjang yang seringkali mengganggu pemudik yang sudah lelah setelah menempuh perjalanan jauh.

Kakorlantas Polri menekankan bahwa dalam mengatur lalu lintas selama arus balik, pihaknya selalu memperhatikan kondisi psikologis pemudik.

Berbeda dengan arus mudik, pemudik yang kembali ke kota pada arus balik umumnya sudah dalam kondisi lelah.

Oleh karena itu, Polri akan mengambil langkah-langkah yang lebih hati-hati dan fleksibel dalam mengatur arus lalu lintas.

Selain itu, Polri juga akan memberikan perhatian lebih terhadap pemudik yang membawa anak-anak atau orang lanjut usia, serta memastikan bahwa jalur-jalur yang digunakan tetap aman dan nyaman.

Evaluasi dan Penyesuaian Skema Lalu Lintas

Polri berkomitmen untuk memantau dan mengevaluasi situasi arus balik secara berkala.

Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan kondisi lalu lintas di berbagai titik dan memastikan bahwa langkah-langkah pengaturan yang telah disiapkan berjalan dengan baik.

Jika terdapat indikasi kemacetan atau hambatan, Polri tidak akan ragu untuk melakukan penyesuaian terhadap skema yang sudah diterapkan.

Dalam hal ini, personel kepolisian akan selalu siap mengatasi masalah-masalah yang muncul di lapangan dan memastikan bahwa perjalanan para pemudik tetap lancar.

Selain itu, Polri juga berkoordinasi dengan instansi lain seperti Jasa Marga, Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan arus balik berjalan dengan aman.

Koordinasi ini sangat penting untuk menciptakan sistem pengaturan lalu lintas yang komprehensif dan menyeluruh.

Setiap keputusan yang diambil Polri akan melibatkan berbagai aspek keamanan, kenyamanan, dan kecepatan bagi pemudik.

Peran Penting Polisi dalam Menjamin Keamanan Pemudik

Pada akhirnya, upaya Polri dalam mengatur arus balik Lebaran 2025 ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi kemacetan, tetapi juga untuk memastikan keselamatan pemudik.

Polisi tidak hanya bertugas menjaga ketertiban dan keamanan, tetapi juga siap memberikan pertolongan dalam situasi darurat.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bentrok Antarwarga Desa Masihulan Maluku Tengah Tewaskan 1 Anggota Polisi, Ini Kronologi Lengkapnya
RUU Sisdiknas Menuai Kontroversi! Perubahan Sertifikasi Guru dan PPG Dipertanyakan, Ini Tanggapan DPR
Polri Keluarkan Aturan Baru untuk Jurnalis Asing, Begini Cara Kerjanya di Indonesia
Dramatis! Seorang Ibu Hamil yang Akan Melahirkan Terjebak di Jalur One Way Puncak, Polisi Lakukan Pengawalan Cepat
Kabar Baik! Menteri PKP Siapkan 220.000 Rumah Subsidi, Wartawan hingga Petani Dapat Jatah Khusus, Ini Detailnya
Bantu Evakuasi Korban Terdampak Gempa, Tim K9 SAR Polri Diterjunkan ke Myanmar
Rakit Petasan Sendiri Bermodalkan YouTube, 2 Pemuda di Malang Jadi Korban Ledakan hingga Alami Luka Bakar Serius
Apa Itu AI Studio Ghibli yang Sedang Viral di Media Sosial? Ini Pengertian dan Cara Menggunakannya

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 08:42 WIB

Bentrok Antarwarga Desa Masihulan Maluku Tengah Tewaskan 1 Anggota Polisi, Ini Kronologi Lengkapnya

Kamis, 3 April 2025 - 22:19 WIB

RUU Sisdiknas Menuai Kontroversi! Perubahan Sertifikasi Guru dan PPG Dipertanyakan, Ini Tanggapan DPR

Kamis, 3 April 2025 - 21:53 WIB

Polri Keluarkan Aturan Baru untuk Jurnalis Asing, Begini Cara Kerjanya di Indonesia

Kamis, 3 April 2025 - 19:26 WIB

Dramatis! Seorang Ibu Hamil yang Akan Melahirkan Terjebak di Jalur One Way Puncak, Polisi Lakukan Pengawalan Cepat

Kamis, 3 April 2025 - 19:21 WIB

Kakorlantas Polri Ungkap Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2025, Begini Skenario Pengaturan Lalu Lintas yang Akan Diterapkan

Berita Terbaru