Desa keluarga memiliki kualitas (KB) adalah lokasi setingkat desa dengan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga. Tujuan Desa KB yaitu meningkatkan mutu SDM RI, keluarga, dan masyarakat. Berdasakan catatan Desa KB BKKBN, ada 52.635 Desa KB yang sudah dicanangkan.
Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB University Prof Rizal M Damanik mengatakan, Desa KB menjadi wajah keberhasilan kependudukan Indonesia di mata dunia. Untuk itu, program ini butuh dikenalkan lewat banyak variasi inovasi.
Mantan Deputi bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini mencontohkan, para pembicara berasal dari RI dan internasional diajak bertukar informasi praktek kebugaran reproduksi di negara masing-masing di Ambassador’s Talk. Para delegasi asing lantas diajak mengenal program kependudukan dan kebugaran reproduksi Indonesia lewat Desa KB.

Ia mencontohkan, duta besar Belanda berbicara perihal praktek seks bebas dan kebugaran reproduksi di negaranya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setelah para duta besar itu menjadi narasumber, kami ajaklah mereka berkeliling ke Desa KB,” tuturnya, dikutip berasal dari Antara, Selasa (9/1/2024).
Rizal mengatakan, Desa KB menjadi layanan share ilmu ke mata internasional perihal kebugaran reproduksi atau program-program kependudukan di Indonesia. Beberapa di antaranya aplikasi elektronik siap nikah dan siap hamil (elsimil), Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Lansia (BKL), dan Bina Keluarga Remaja (BKR).
Ia menambahkan, setidaknya 12 negara setiap th. diundang untuk bertukar informasi perihal kebugaran reproduksi dan keluarga di BKKBN. Hal ini turut membuka peluang jejaring dengan lembaga donor dunia dan duta besar mancanegara.
“Mereka kami ajak ke sini, dan mereka mau termasuk pakai duwit mereka, kami bantu bagaimana agar mereka dapat menyerap anggarannya. Target aku itu untuk meraih UN Population Award, menjadi kami sebetulnya benar miliki program banyak, tidak hoaks,” ucapnya.
Menurut Rizal, program kunjungan ke Desa KB termasuk amat mungkin para delegasi internasional mengenal Indonesia.
“Efek sampingnya luar biasa, aku bawa orang-orang Eropa ke Sulawesi dalam perjalanan menuju Desa KB, di jalan minta berhenti untuk foto-foto, sampai di Desa KB pun mereka senang. Inilah yang membawa dampak Indonesia itu dikenal, dan alhamdulillah di th. 2022, 33 th. sesudah th. 1990, Indonesia berhasil beroleh lagi UN Population Award, mengalahkan 95 negara lainnya,” pungkasnya.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku.com di Google News, klik di sini