Dolar AS tiba-tiba mengalami penurunan tajam dalam pencarian Google pada Sabtu, 1 Februari 2025.
Dalam hasil pencarian, 1 Dolar AS hanya bernilai Rp 8.170,65, padahal kurs resmi masih berada di kisaran Rp 16.930.
Hal ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial, dengan banyak netizen yang membagikan tangkapan layar fenomena ini.
Tidak hanya Dolar AS, nilai tukar Euro terhadap rupiah juga mengalami penurunan drastis dalam pencarian Google.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tercatat, 1 Euro hanya dihargai Rp 8.348,50, padahal nilai sebenarnya masih berada di sekitar Rp 16.930.
Kesalahan ini memicu spekulasi di kalangan masyarakat tentang adanya gangguan sistem atau bug dalam Google Finance.
Bank Indonesia Klarifikasi Kesalahan Kurs Dolar AS

Menanggapi fenomena ini, Bank Indonesia (BI) langsung memberikan klarifikasi. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, memastikan bahwa angka yang muncul di Google bukanlah angka yang sebenarnya.
Menurutnya, ada kesalahan teknis yang menyebabkan nilai tukar Dolar AS dan Euro terhadap rupiah muncul dengan angka yang tidak sesuai.
“Kesalahan teknis terjadi. Data rupiah terhadap Dolar AS dan Euro di Google Finance tidak mencerminkan nilai tukar yang sebenarnya,” ujar Destry.
Untuk memastikan keakuratan informasi, Bank Indonesia langsung melakukan pengecekan melalui berbagai sumber keuangan terpercaya seperti Bloomberg dan Yahoo Finance.
Hasilnya, kurs Dolar AS terhadap rupiah masih berada di kisaran Rp 16.300 hingga Rp 16.930, sesuai dengan pergerakan di pasar keuangan global.
Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, angka yang muncul di Google bukanlah angka resmi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.
Per 31 Januari 2025, nilai tukar Dolar AS terhadap rupiah yang tercatat secara resmi adalah Rp 16.312.
“Kami sedang berkoordinasi dengan pihak Google Indonesia untuk menyelesaikan masalah ini dan melakukan koreksi secepat mungkin,” kata Ramdan.
Dampak Kesalahan Kurs Dolar AS di Google terhadap Pasar Keuangan
Kesalahan tampilan kurs ini bukan hanya menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak psikologis bagi para pelaku bisnis dan investor.
Banyak pelaku usaha yang mengandalkan kurs Dolar AS untuk transaksi perdagangan internasional sempat terkejut melihat perubahan mendadak ini. Beberapa di antaranya langsung menghubungi bank dan lembaga keuangan untuk memastikan kebenaran informasi ini.
Di sisi lain, para investor di pasar saham juga sempat mempertanyakan apakah ada kebijakan moneter baru yang mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS.
Namun, Bank Indonesia memastikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tetap stabil dan tidak ada perubahan besar yang mempengaruhi nilai tukar secara drastis.
Faktanya, pada penutupan perdagangan Jumat, 31 Januari 2025, nilai tukar Dolar AS terhadap rupiah di pasar spot justru melemah 0,30% menjadi Rp 16.305. I
ni menunjukkan bahwa pergerakan kurs masih dalam batas normal dan tidak ada perubahan signifikan yang mendukung angka yang muncul di Google.
Belum Ada Tanggapan Resmi dari Google
Hingga saat ini, Google belum memberikan pernyataan resmi terkait kesalahan tampilan kurs Dolar AS dan Euro terhadap rupiah. Namun, Bank Indonesia menyatakan bahwa mereka telah berkomunikasi dengan pihak Google Indonesia untuk segera mengatasi masalah ini.
“Kami telah menghubungi Google Indonesia dan meminta mereka untuk segera memperbaiki informasi yang ditampilkan di hasil pencarian,” ujar Destry.
Sementara itu, beberapa pakar teknologi berspekulasi bahwa kesalahan ini mungkin disebabkan oleh bug sistem atau kesalahan dalam pembaruan data yang diambil dari sumber keuangan eksternal.
Google Finance sendiri biasanya mengambil data dari berbagai penyedia informasi keuangan global, dan ada kemungkinan terjadi gangguan dalam proses pengambilan data ini.
Namun, sampai ada klarifikasi resmi dari pihak Google, masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai angka yang muncul di hasil pencarian tanpa melakukan verifikasi dari sumber resmi.
Bank Indonesia Imbau Masyarakat Cek Kurs Dolar AS dari Sumber Resmi
Bank Indonesia mengingatkan masyarakat untuk selalu memeriksa nilai tukar Dolar AS dari sumber yang kredibel. Beberapa sumber yang dapat dijadikan acuan adalah:
- Situs resmi Bank Indonesia (bi.go.id)
- Bloomberg (bloomberg.com)
- Yahoo Finance (finance.yahoo.com)
- Laporan resmi dari bank dan lembaga keuangan terpercaya
Dengan mengacu pada sumber yang resmi, masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan menghindari kesalahan dalam pengambilan keputusan keuangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap mengacu pada data resmi. Jangan mudah percaya dengan informasi dari sumber yang tidak valid,” ujar Destry.
Bank Indonesia juga menegaskan bahwa mereka akan terus mengawasi perkembangan nilai tukar Dolar AS dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Halaman : 1 2 Selanjutnya