Redaksiku.com – Kasus Video Viral Guru Gorontalo yang melibatkan guru dan murid di salah satu MAN di Gorontalo masih diperdebatkan.
Bahkan link video 7 menit yang melibatkan guru dan murid tersebut masih dicari netizen hingga saat ini.
Video syur yang melibatkan guru dan murid di Gorontalo masih dicari netizen. Banyak orang yang penasaran dengan individu dalam video tersebut, yang dikenal sebagai guru DH berusia 57 tahun dan murid perempuan PPT berusia 16 tahun.
Keduanya adalah siswa dan pendidik di Madrasah Aliyah Negeri Gorontalo.
Banyak orang hanya melihat sebagian dari video, tetapi itu tersebar di media sosial pada awalnya. Selain itu, kasus video syur antara guru dan murid tersebut telah menarik netizen untuk mencari video penuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Publikasi Pengakuan Korban
Dalam berita terbaru, postingan yang diduga merupakan korban dari video syur yang dibuat oleh guru dan murid dengan PowerPoint.
Pada postingan tersebut, korban mengaku terpaksa menjadi budak dari pendidik tersebut. Murid tersebut juga mengatakan bahwa dia diancam akan dikeluarkan dari sekolah jika dia tidak menuruti keinginan pendidik.
“Saya mulai disetubuhi lama kelamaan. Awal-awal saya sangat menolak, tapi dengan ancaman dia akan mengeluarkan saya dari sekolah. Akhirnya saya mengikuti,” katanya.
Pada awalnya, PPT menyatakan bahwa dia sangat sedih dan kecewa dengan kasus video syur yang melibatkannya. Dia berkata, “Jujur saya sedih dan kecewa dan tidak tahu harus berbuat apa.”
“Saat itu saat masuk MAN 1 Gorontalo,” kata PPT.
PPT ingin kuliah setelah lulus dari MAN, tetapi suatu hari setelah sekolah di MAN, dia mendapatkan pelecehan verbal dari guru.
“Awalnya dari ucapan yang tidak pantas.”
PPT menceritakan bahwa meskipun pada awalnya dia tidak menggubris omongan tersebut, dia akhirnya mulai menyentuh pundak dan akhirnya merangkul.
Pada awalnya, PPT hanya menganggap DH bertindak sebagai ayah kepada anaknya. Dia mengatakan pada saat itu bahwa dia tidak tahu apa itu cinta kasih.
Ternyata anggapannya salah ketika DH mulai merangkul korban dan bahkan menyentuh bagian intinnya.
Dia ingin menceritakan hal itu tetapi tidak memiliki orang tua. Sebaliknya, PPT takut menceritakannya kepada temannya. PPT mengatakan bahwa dia sempat berniat melaporkan perbuatan DH kepada guru, tetapi dia tidak memiliki bukti.
Selain itu, ketikakorban melaporkan perbuatan DH kepada pihak sekolah, dia mengatakan bahwa dia takut dikeluarkan dari sekolah.
“Saya sakit hati, kecewa, marah, tetapi jika saya dikeluarkan, harapan dan cita-cita saya pupus.”
Setelah awalnya hanya memeluk dan menyentuh alat vital, tindakan DH berubah menjadi hubungan seksual. Korban awalnya menentang, tetapi akhirnya terpaksa melakukan apa yang diinginkan pelaku karena dia diancam akan dikeluarkan dari sekolah.

Korban Ternyata Berprestasi dan Ketua OSIS
Ternyata korban video syur antara instruktur dan siswa adalah ketua OSIS di salah satu MAN di Gortontalo. Korban diketahui berorganisasi dengan baik dan berprestasi dalam bidang akademik dan non-akademik.
Korban dikenal supel, memiliki banyak teman, dan mudah bergaul. Mereka juga bercita-cita untuk kuliah setelah lulus.
Kasus telah ditangani oleh penegak hukum, dan pelaku telah ditahan.
Kasus tersebut telah ditangani oleh pihak berwenang, dan pelaku berinisial DH telah ditahan.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels