Novel : Choose Happiness (Part 11)

- Penulis

Jumat, 11 Oktober 2024 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Iya, maaf, Ma. Setelah ini Daren akan lebih hati-hati lagi buat jaga Amora. Jadi Mama mau ngomong apa ke kita?” jawab serta tanya Daren yang tidak ingin berbasa basi lagi.

“Itu, besok Sabtu kalian jadi berangkat bukan?” tanya Yesa yang diangguki oleh Amora dan Daren secara bersamaan.

“Boleh minta tolong beliin kain kesukaan Mama yang cuma ada di Paris ngga?” tanya Yesa lagi. Yesa adalah orang yang hobi sekali menjait dan membuat baju atau apapun yang berkaitan dengan menjait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia sangat suka dan mahir dalam menjait, bahkan seperempat dari baju yang dia punya sekarang adalah hasil dari jerih payahnya dalam menggeluti hobi.

Dengan mengangguk-anggukkan kepalanya, Amora menjawab pertanyaan dari Mama mertuanya itu, “Boleh, Ma, boleh banget. Mama tinggal bilang aja mau yang kayak gimana dan tokonya di mana, nanti aku sama Kak Daren yang ke sana buat beliin.”

“Ya itu makanya Mama suruh kamu ke sini, karena Mama mau ngasih tau bahan kayak gimana yang Mama suka dan mau. Ayo ikut Mama ke kamar” ajak Yesa setelah menjawab ucapan Amora.

Mendapat ajakan itu Amora pun mengangguk-anggukkan kepalanya dengan senyuman yang sedari tadi terpampang jelas. Setelah itu mereka berdua pun pergi ke kamar Yesa, sedangkan Daren memilih untuk menunggu saja di ruang keluarga itu seraya mengutak-atik benda pipih miliknya yang berwarna hitam itu.

Keesokan harinya terlihat Amora yang tengah menyiapkan sarapannya dengan Daren, tapi di tengah-tengah itu terdengar bel rumahnya yang berbunyi. Mendengar itu Amora pun menghentikan aktivitasnya dan berjalan dari dapur menuju pintu utama.

Sesampainya di sana, Amora merapikan bajunya seperti dan membuka pintu besar itu, “Siapa?”

Melihat seorang perempuan dengan rok pendek berwarna putih dan juga kemeja crop top kotak-kotak yang berdiri di depannya sekarang seketika membuat Amora terdiam sejenak mengamati perempuan itu.

“Lo Amora ya?” tanya perempuan itu.

“Lo Nasyla?” tanya Amora balik.

“Ohh, Daren udah cerita tentang siapa pacarnya ya?” jawab perempuan bernama Nasyla itu dengan menekan kata ‘siapa pacarnya’ yang dia ucapkan barusan.

Mendengar jawaban Nasyla membuat Amora menyunggingkan bibir kirinya dan menyilangkan tangannya di depan dada, “Jadi pacarnya aja bangga lo?”

“Ya iyalah, karena gue perempuan yang dicintai sama Daren. Sedangkan lo?, perasaan ke lo aja dia ngga punya” jawab Nasyla seraya mengibaskan rambutnya yang semula di depan menjadi di belakang.

Baca Juga:  Novel: Loving You (Part 25)

“Setidaknya gue yang dinikahi, satu atap, dan bahkan direstui sama keluarganya. Bukan lo yang cuma dicintai, tapi ngga dapet restu dari keluarganya” jawab Amora dengan nada datar dan sangat sarkas.

Terlihat Nasyla yang emosi dan hendak mengangkat tangannya untuk memukul Amora, tapi itu semua terhenti ketika suara Daren muncul. Dengan cepat Nasyla langsung menjatuhkan tangannya dan mulai bersikap manis.

“Siapa, Ra?” tanya Daren yang lalu muncul dari belakang Amora.

“Nih, pacar lo” jawab Amora yang lalu berjalan pergi menuju dapur dan lanjut menyiapkan sarapannya yang tadi hampir jadi.

Dengan cepat Amora melanjutkan aktivitasnya yang sempat terhenti, dan setelah selesai dia mengambil beberapa untuk sarapannya dan membawanya ke atas. Karena di ruang makan terdapat Daren dan Nasyla.

“Kalau mau sarapan ambil aja. Udah jadi” ucap Amora tanpa melihat ke arah mereka dan langsung berjalan menaiki tangga untuk menuju kamarnya.

Di siang harinya terlihat Amora yang baru saja keluar dari salah satu kelas yang ada di fakultasnya, setelah itu dia berjalan menuju parkiran dan masuk ke dalam mobilnya. Amora terdiam sejenak sebelum meraih handphone-Nya dan menelfon seseorang.

Orang yang dia telfon itu adalah Marvell, “Halo, Vell.”

“Iya, Ra?, ada apa?” tanya Marvell dengan suara lembut di sebrang sana.

“Aku boleh minta tolong ngga?” tanya Amora balik untuk memastikan apakah Marvell mau.

“Boleh lah, mau minta tolong apa, Ra?, bilang aja. Kalau bisa pasti aku bantu” jawab Marvell.

Amora menghela nafasnya, “Boleh ketemuan aja ngga?, aku ngga bisa kalau harus ngomong di telfon” jawab Amora.

“Boleh, boleh banget. Kamu sekarang ada di mana?, biar aku ke sana, aku masih di kampus soalnya” jawab Marvell atas ucapan Amora.

“Aku di parkiran mobil. Baru aja keluar dari fakultas. Kita ketemu di kantin biasanya aja ya?” jawab serta tanya Amora.

“Oke,” setelah itu telfon mereka pun tertutup dan Amora beranjak keluar dari mobilnya.

Di sebuah kantin yang sangat ramai terlihat Amora dan Marvell yang menjadi salah satu orang di antara keramaian itu, “Mau minta bantuan apa, Ra?” tanya Marvell dengan lembut dengan senyum yang tampan.

Amora terdiam sebelum menghela nafasnya dan mulai mengatakan sesuatu, “Vell, sorry kalau aku lancang dan ngga tau diri dengan ngomong kayak gini. Tapi kamu mau ngga jadi pacar pura-puraku?”

 

 

Bersambung…….

 

 

 

https://www.redaksiku.com/novel-choose-happiness-part-10/

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)
Novel: Padamu Aku Akan Kembali (Part 7)
Novel : Senja Membawamu Kembali ( Tamat)
Novel : Senja Membawamu Kembali ( Part 30)

Berita Terkait

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Senin, 20 Januari 2025 - 10:31 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)

Sabtu, 7 Desember 2024 - 08:41 WIB

Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)

Sabtu, 7 Desember 2024 - 08:38 WIB

Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)

Berita Terbaru