Setelah itu Daren mengeluarkan handphone-Nya dan kembali menelfon Amora untuk ke sekian kalinya, ternyata nomornya sudah tidak diblokir oleh Amora, namun panggilannya terus saja ditolak.
Daren hampir saja menyerah, tapi akhirnya telfonnya yang entah keberapa itu diangkat oleh Amora, “Ra.”
“Maaf, Kak. Tadi masih ada kelas tambahan, jadi aku ngga bisa angkat telfonnya” ujar Amora di sebrang sana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kamu lagi di kampus?” tanya Daren setelah mendengar suara Amora yang sudah sangat dia nanti-nantikan itu.
“Iya, habis ini aku mau ke toko buku bentar terus pulang” jawab Amora yang kini berjalan menuju parkiran kampus besar itu berada.
Mendengar itu Daren benar-benar lega, “Oke, saya tunggu ya, Ra.”
“Iya.”
Setelah itu telfon antara Daren dan Amora pun berhenti di sana. Daren benar-benar lega mendengar nada bicara Amora yang sepertinya tidak marah lagi kepadanya, mungkin dia akan semakin meluruskan lagi masalahnya dengan Amora setelah Amora pulang.
“Udah, Ro. Kamu pulang aja, makasih udah jemput saya dan nganterin ke rumah” ucap Daren yang sibuk membuka kancing yang ada di pergelangan tangannya.
“Iyee, sama-sama Bapak Daren yang terhormat. Saya, Varo pamit undur diri” ujar pemuda tampan yang ternyata memiliki nama Varo itu.
Setelah mendengar deheman Daren, Varo pun beranjak dari sofa itu dan berjalan pergi dari rumah dengan lantai 2 yang menjadi tempat tinggal Daren dan Amora.
Di sekitar pukul 5 sore kurang, terlihat Amora yang berjalan dari garasi mobilnya menuju pintu utama rumahnya sembari menenteng tas berisikan buku-buku belajarnya.
Amora pun memasukkan pin pintunya terlebih dahulu sebelum masuk, baru saja melangkah ke dalam rumahnya, Amora sudah disambut dengan keberadaan Daren yang tengah duduk bersender di sofa ruang tamu.
“Kak, ngapain di sana?” tanya Amora yang sebenarnya cukup terkejut melihat keberadaan Daren.
“Eh, Ra. Saya mau ngomong sesuatu” ucap Daren yang langsung berdiri dari duduknya untuk menghampiri Amora.
Mereka berdua kini pun saling menatap satu sama lain di ruang tamu, “Saya mau jelasin apa yang terjadi kemarin, kemarin itu-”
“Kak, tadi aku udah ngabarin Mama kalau kita udah sampai Indonesia, dan Mama bilang suruh ke rumah. Aku juga mau ngasih kain yang udah kita beliin kemarin, jadi nanti malam kita ke sana kan?” ujar Amora yang tiba-tiba memotong ucapan Daren yang belum selesai.
“Iya, Ra. Nanti malam kita ke sana setelah makan malam. Dengerin saya dulu, saya mau ngomong tentang kejadian kemarin di Paris” jawab Daren yang masih ingin lanjut menjelaskan kejadian yang tidak terduga terjadi kemarin.
“Kak, aku mau mandi dulu. Habis ini juga mau masak, nanti keburu malam” lagi-lagi Amora menyela ucapan Daren dengan senyum manisnya.
Setelah itu dia pun berjalan melewati Daren yang kini menghela nafas kasar setelah melihat tingkah Amora yang sepertinya sangat mengindari perbincangan tentang kejadian kemarin di Paris, tepatnya di Trocadero Gardens.
Bersambung……..
https://www.redaksiku.com/novel-choose-happiness-part-18/
Ikuti novel terkini dari Redaksiku di Google News atau WhatsApp Channel