PERBEDAAN GROWTH MINDSET DENGAN FIXED MINDSET

- Penulis

Selasa, 20 Februari 2024 - 00:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PERBEDAAN GROWTH MINDSET DENGAN FIXED MINDSET

PERBEDAAN GROWTH MINDSET DENGAN FIXED MINDSET

Saya teringat dengan perkataan Imam Syafi’i bahwa “Laisa al maru yuladu ‘aliman” tidaklah manusia dilahirkan dalam keadaan berilmu. Setiap manusia dilahirkan tidak memiliki ilmu dan pengalaman apapun.

PERBEDAAN GROWTH MINDSET DENGAN FIXED MINDSET
PERBEDAAN GROWTH MINDSET DENGAN FIXED MINDSET

Tidak ada yang dilahirkan dalam keadaan pintar, jago bisnis, penghafal Qur’an, trainer, motivator.  Seluruh bayi yang dilahirkan tidak membawa apapun, kecuali fitrah-fitrah kebaikan yang sudah Allah install sejak dalam kandungan ibunya.

 

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

وَا للّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْــئًا ۙ وَّ جَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَا لْاَ بْصٰرَ وَا لْاَ فْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

 

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.”

(QS. An-Nahl 16: Ayat 78)

 

 

Dari ayat diatas kita mengetahui bahwa seorang bayi mungil keluar dari perut ibunya dalam keadaan papa dan lemah. Tidak mengetahui dan membawa sesuatu apapun. Akan tetapi Allah anugerahkan sarana untuk manusia mendapatkan ilmu, yaitu pendengaran, penglihatan, dan hati. Tiga sarana itu yang akan menentukan seseorang berilmu dan tanpa ilmu. Memiliki keinginan belajar dan bertumbuh atau pasrah dengan keadaan yang ada.

 

 

Hal ini sangat relate dengan teori yang di temukan oleh seorang Profesor Psikologi dari Universitas Standford yaitu Carol Dweck tentang growth mindset. Menurutnya, growth mindset adalah tendensi di mana orang percaya pada keahlian, kecerdasan dan bakat yang bisa terus diberkembangkan melalui praktik dan ketekunan.

 

 

Seseorang  yang memiliki growth mindset selalu memiliki pandangan yang luas tentang kehidupan. Ia selalu melihat peluang dalam setiap kesempatan. Ia cenderung suka terhadap tantangan karenanya tantangan adalah kesempatan untuk belajar dan bertumbuh.

Berbeda dengan fixed mindset, seseorang yang memiliki fixed mindset melihat tantangan sebagai sesuatu yang harus dihindari karena Ia beranggapan kesuksesan diciptakan dari keahlian dan bakat dari lahir sehingga ketika Ia belum menguasai suatu skill Ia menganggapnya hal itu tidak mampu Ia pelajari dan tidak ingin mencoba sesuatu yang baru.

Baca Juga:  Novel : Petaka Sebuah Janji (Part 10)

Gampangnya, growth mindset adalah pola pikir yang percaya bahwa saya bisa melakukan hal baru selama ingin belajar dan bertumbuh. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Contohnya, ada seorang anak yang diberikan tugas oleh gurunya untuk menggambar pemandangan yang indah dan asri, padahal sebelumnya Ia tidak memiliki skill menggambar Ia lebih berbakat dalam menghitung, tapi Ia tetap bersemangat untuk mencoba menemukan skill barunya dengan upaya terbaiknya.

 

 

Sedangkan fixed mindset adalah pola pikir yang percaya bahwa saya sudah di lahirkan seperti ini dan akan tetap seperti ini, saya tidak punya keahlian lain. Contohnya, di sekolah ketika pelajaran olahraga seorang murid beradu tanding bulu tangkis dengan temannya, pertama kali melempar kok ke arah temannya koknya terjatuh berkali-kali karena Ia tidak tahu cara melempar kok yang benar, Ia mengatakan kepada gurunya, Tuh kan saya tidak bisa pak, karena ini bukan bakat saya.

 

 

Dari contoh diatas kita sudah bisa membedakan mana orang dengan growth mindset atau fixed mindset. Nah, kita termasuk tipe orang yang mana?

 

 

Agar lebih gampang lagi kita harus tau ciri-ciri orang yang memiliki growth mindset.

  1. Menganggap kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar
  2. Tidak menganggap kritik sebagai serangan, melainkan sarana untuk memperbaiki diri
  3. Suka mengerjakan pekerjaan yang lebih sulit daripada yang biasa dikerjakan
  4. Meilhat tantangan sebagai peluang untuk belajar hal baru dan mencari solusi
  5. Tidak berfokus hanya pada hasil tapi juga menghargai proses dan perubahan-perubahan kecil
  6. Bisa memecahkan masalah secara kreatif

 

Ikuti berita terkini dari Redaksiku.com di Google News, klik di sini

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Dia Sinopsis Pantaskah Aku Berhijab yang Tayang di Netflix pada Maret 2025: Perjalanan Cinta, Keyakinan, dan Pencarian Jati Diri
Ini Dia Sinopsis Film Ash: Sci-Fi Hollywood yang Dibintangi Iko Uwais, Siap Tayang Maret 2025!
Santet Segoro Pitu Tayang di Netflix: Teror Ilmu Hitam dari Pesisir Jawa yang Bikin Merinding!
Sinopsis The Divorce Insurance 2025, Cek Daftar Pemain dan Jadwal Tayangnya di Sini
Misteri Kematian Barbie Hsu, Spekulasi Liar Beredar Di Dunia Maya
Cara Top Up Free Fire dengan Cepat dan Praktis di Voucer Digital
When the Stars Gossip: Drama Korea Terbaru Lee Min Ho yang Bercerita Tentang Luar Angkasa, Wajib Ditonton!
Peraturan di Indonesia tentang Streaming Film Secara Legal

Berita Terkait

Minggu, 30 Maret 2025 - 15:28 WIB

Ini Dia Sinopsis Pantaskah Aku Berhijab yang Tayang di Netflix pada Maret 2025: Perjalanan Cinta, Keyakinan, dan Pencarian Jati Diri

Minggu, 23 Maret 2025 - 19:41 WIB

Ini Dia Sinopsis Film Ash: Sci-Fi Hollywood yang Dibintangi Iko Uwais, Siap Tayang Maret 2025!

Sabtu, 15 Maret 2025 - 15:23 WIB

Santet Segoro Pitu Tayang di Netflix: Teror Ilmu Hitam dari Pesisir Jawa yang Bikin Merinding!

Senin, 10 Maret 2025 - 13:45 WIB

Sinopsis The Divorce Insurance 2025, Cek Daftar Pemain dan Jadwal Tayangnya di Sini

Senin, 3 Maret 2025 - 16:15 WIB

Misteri Kematian Barbie Hsu, Spekulasi Liar Beredar Di Dunia Maya

Berita Terbaru