Novel : Petaka Sebuah Janji (Part 13)

- Penulis

Rabu, 16 Oktober 2024 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah menceritakan kejadian semalam, sedang dia tidak punya bukti apapun karena peralatan makan dan minum sudah dicuci. Menu yang sama juga dipesan orang banyak, tapi tidak ada klaim keracunan, seperti yang dia alami.

“Saya hanya ingin tau ada apa di kopi dan makanan yang kunikmati. Saya juga nggak yakin, Dok, soalnya rasa pusing dan kepanasan sekitar setengah atau satu jam setelah minum americano, sebagai penutup makan malam. Untuk dessert-nya cheesecake.”

Dokter Syarif, mengerutkan kening, lalu menggeleng lemah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apa yang Anda makan dan minum tadi pagi?” tanya dr Syarif sambil meraih formulir laboratorium.

Toni menggeleng seraya menjawab, “belum makan dan minum apapun! Nggak selera, Dok.”

“Bagus kalau begitu,” kata dr. Syarif, sambil mencentang item yang harus diperiksa. Kemudian dia menelpon ruang perawat. Tidak lama kemudian muncul di pintu seorang perawat wanita. Dokter Syarif meminta perawat untuk mengukur tensi darah Toni. Selesai tensi, dokter mencatat hasil tensi.

“Zus, tolong ke pendaftaran untuk dibuatkan MR atas nama Astono Permana Puta dari keluarga Sumbogo!” Suster menatap bingung. “Keluarga Ir. Barman Heru Sumbogo. Sekarang antar dulu pak Toni ke lab! Baru lanjut ke pendaftaran.” jelas dr. Syarif.

“Oh! Baik, Dok,” jawab suster gugup begitu mengetahui nama lengkap ayah Toni. Pemegang saham terbesar rumah sakit tempat dia kerja. “Pak, silakan ikut saya.” Keduanya beriringan keluar ruangan.

Setelah pengambilan darah lumayan banyak, Toni kembali ke ruang kerja dr. Syarif. Dia memberitahu jika hasil laboratorium besok siang sudah bisa diambil. Dia akan datang besok di jam praktek. Toni pamit.

Toni mengarahkan mobilnya ke rumah. Sudah beberapa kali mamahnya menelpon. Laju mobil dipercepat. Sampai di rumah mamahnya marah sekali, karena telepon tidak diangkat dan makan waktu lama untuk pulang.

“Tadi Toni ke kafe dulu, Mah, menanyakan menu yang menyebabkan Toni mabuk. Tapi, mereka tidak punya bukti. Semua yang Toni makan dan minum juga dipesan orang. Sampai sekarang tidak ada klaim keracunan.”

“Jadi hanya kamu, Ton? Aneh sekali,” kata Barman bingung, “lalu, ngapain lagi sampai jam segini baru pulang? Itu kan cuma sebentar. Mamahmu gelisah terus, tadi sempat sesak napas!”

“Toni ke rumah sakit, ketemu dokter Syarif. Disuruh cek darah komplit, hasilnya besok siang,” jelas Toni.

“Mudah-mudahan, dari pemeriksaan darah akan ketemu zat apa yang masuk di tubuhmu,” sahut papahnya mengerti.

Beberapa saat kemudian, Toni meminta mamahnya istirahat di kamar, dan memohon agar tetap sehat. “Please, Mamah jangan sakit, ya!” Kemudian dia pamit, “Pah, Mah, Toni ke kamar dulu ya? Ada yang harus aku kerjakan.”

Baca Juga:  Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 3)

“Kau sudah makan? Tadi belum sarapan, minum juga enggak, langsung aja kabur. Makanlah, suruh Isah ngangetin nasi gorengmu,” titah sang ibu, sambil menuju kamar untuk istirahat. Barman memeluknya.

Toni menatap kedua orang tuanya yang mengeluarkan aura kasih sayang yang hangat. Dia mengembuskan napas dalam keluhan, pikirannya melayang ke saat-saat kebersamaan berdua istrinya. Perasaan yang tidak dia rasakan bersama tunangannya. “Apakah Ratih jodohku? Jodoh yang kutolak?” gumamnya lirih. Ratih … pulanglah …, jeritnya dalam hati. Benih cinta mulai bersemi.

Setelah mengembuskan napas dengan keras, lalu berdeham, Toni menuju dapur, meskipun tidak selera perutnya melilit minta diisi. Ternyata nasi goreng sudah dimakan mbok Sah. Toni minta dibuatkan lagi sekalian segelas teh panas manis.

“Teh panas kebul-kebul, ya Mbok!”

Nggih, siyap Den,” jawab mbok Sah geli.

Mbok Sah senang dan bangga momongannya lulusan luar negeri. Ganteng dan lembah manah meskipun putra tunggal orang kaya. Dia betah ngawulani keluarga ini. Mbok Isah ikut keluarga Barman, sejak Toni masih dalam kandungan.

Di kamarnya, Toni menghubungi Rendi beberapa kali, tapi ponselnya tidak diangkat. Dia meninggalkan pesan, hanya centang satu. Hatinya kesal, dia sangat gelisah. Kemudian dia menghubungi salah satu temannya yang menjadi polisi, bertugas di reskrim. Kebetulan keadaan kantor sedang kondusif dan tidak sibuk.

Toni menceritakan kesulitan yang sedang dihadapi. Dia minta info tentang jasa detektif swasta. Temannya faham kesulitan Toni, dia merekomendasikan kantor detektif milik Bastian. Toni berminat dan akan segera menghubungi kantor detektif Bastian. Kantornya terletak di belakang toko Bunga Lily Florist milik istrinya. Tokonya menempati sebuah ruko yang berada di sebelah timur utara kota, di daerah yang cukup sejuk.

Di dapur, Mbok Sah sedang menyiapkan teh panas buat momongannya. Nasi goreng sudah di taruh di piring dengan diberi irisan mentimun, tomat dan setangkai kecil daun seledri.

“Astaghfirullahalazhim,” teriak mbok Sah kaget. Hampir saja dia memasukkan garam di gelas teh momongannya. Setelah selesai, nasi goreng dan teh panas disajikan di meja makan. Mbok Sah naik ke kamar Toni memberitahukan makanan sudah siap.

Baru saja Toni mau menghubungi kantor detektif, terdengar ketukan pintu.

“Den, makanan sudah siap.”

“Iya, Mbok. Terima kasih.”

Toni segera turun untuk menikmati nasi goreng kesukaannya. Rasanya sangat nikmat jika dimakan dalam keadaan panas. Teh panas dengan asap yang masih mengepul sangat nikmat diminum sehabis makan nasi goreng. Panasnya akan pas di lidah, tidak terlalu panas tapi masih ada rasa nyos, panas-panas sedap.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)
Novel: Padamu Aku Akan Kembali (Part 7)
Novel : Senja Membawamu Kembali ( Tamat)
Novel : Senja Membawamu Kembali ( Part 30)

Berita Terkait

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Senin, 20 Januari 2025 - 10:31 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)

Sabtu, 7 Desember 2024 - 08:41 WIB

Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)

Sabtu, 7 Desember 2024 - 08:38 WIB

Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)

Berita Terbaru