Saat sedang makan, papahnya menghampiri lalu duduk di depan putranya.
“Papah! Gimana keadaan Mamah?”
“Alhamdulillah sudah tenang. Sudah bisa tidur. Bagaimana pendapatmu, Ton?”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Memang sulit, Pah. Barusan aku dapet nomor telepon kantor detektif swasta. Kita pake jasa detektif aja, Pah. Mereka ahli dalam mencari data dan bisa dipercaya. Mereka bisa menjaga kerahasiaan dalam bertindak. Bagaimanapun, masalah ini harus dirahasiakan. Setelah makan aku akan menghubunginya.”
Selesai makan, Toni segera kembali ke kamar. Dengan tergesa dia menaiki anak tangga. Barman memandangi punggung putranya dengan mata berbinar bangga. Bibirnya menyungging senyuman. Senyuman yang dikagumi Ninit, istrinya, hingga kini.
Belum lagi duduk, ponsel di meja kerjanya bergetar. Panggilan masuk dari Rendi. Ponsel diambil, sambungan diterima. Tanpa duduk Toni langsung bicara.
“Ndi kamu sibuk banget ya?”
“Ada apa Ton? Lagi ada rapat intern jadi HP tak matiin. Aku lagi di toilet, lihat notifikasi kamu yang nelpon beberapa kali.”
“Waduh, kamu kerjain aja kesibukanmu. Setelah selesai nanti hubungi aku lagi.”
“Gak bisa, Ton. Ini rapat darurat. Mungkin sampai malem. Agenda rapat ini sampai besok. Aku harus memanfaatkan waktu-waktu senggang. Mending kamu tulis semua apa yang terjadi di google doc, trus kirim ke HP-ku.”
“Oke thanks. Selamat bekerja!”
Dengan perasaan kesal dan kecewa, Toni mengempaskan diri di sofa pendek. Kedua kakinya selonjor naik ke meja, kepalanya bersandar di puncak sandaran, berbantal kedua tangan. Matanya menatap plafon dengan pandangan ngelangut. Ponselnya bergetar, dengan enggan dia melihat notifikasi sambungan dari Erlika. Toni membalik HP yang bergetar beberapa kali, lalu diam. Dia kembali ke posisi semula. Toni berjengit ingat sesuatu.
HP keluaran terbaru diraih, ikon google doc diklik. Toni mengetik kejadian di kafe. Lumayan panjang kronologi yang dia ketik, termasuk jawaban yang diperoleh dari pihak kafe. Setelah selesai langsung dikirim ke nomor Rendi. HP ditaruh kembali di meja. Kepalanya berat sekali. Embusan sejuk dari pendingin ruangan, membuatnya terlelap. Toni tertidur nyenyak. Dia tidak ingat harus menghubungi kantor detektif.