Mendengar kabar entah dari mana, ditunjang bukti postingan Erlika, Ninit dirawat lagi. Memang tidak sampai masuk ICCU, tapi cukup mengkhawatirkan. Dia dirawat intensif di HCU. Toni sungguh tidak bisa memaafkan tindakan tunangannya itu.
***
Hasil foto dan video setelah dibuat kolase dengan teknik tinggi dan artistik, mulai diunggah di seluruh medsos milik Toni. Foto dan video dengan background spot-spot cantik Hotel grup ANCALA juga diunggah di medsos milik kantor. Respon netizen sangat positif. Medsos Toni dibanjiri pertanyaan lokasi pengambilan gambar. Hotel ANCALA di semua tempat kebanjiran permintaan ijin pengambilan gambar untuk Prewed.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keinginan Toni menyunting gadis pujaannya mulai sedikit mengendur, meskipun di dalam hatinya masih bersemayam cinta yang dalam kepada Erlika. Seandainya pernikahannya dengan Ratih tetap harus dipertahankan, dia tetap tidak bisa mencintai Ratih. Ada trauma masa kecil, kecemburuan pada Ratih.
Erlikalah wanita yang mampu menggetarkan jiwanya. Sayang unggahan di sosmed membakar kemarahan dan melemahkan niatnya untuk segera memilikinya. Toni menjadi risau dan bingung, hatinya pun gundah gulana.
Peristiwa medsos sudah mereda, persiapan kepindahan kantor pusat makin menguras waktu dan tenaga. Toni makin sering ke luar kota. Meskipun belum pindah sepenuhnya, Toni makin jarang berkantor di Purwokerto. Jika sedang di Purwokerto, dia memilih tinggal di vila yang tenang, sangat nyaman untuk menjernihkan pikirannya.
Ratih sendiri tidak memikirkan suaminya akan tinggal di mana. Dia tidak peduli suaminya ada atau tidak ada di rumah. Setelah tinggal di keluarga Sumbogo, dia mengurangi kesibukannya, menyisakan kegiatan yang benar-benar mendukung perkuliahannya. Dia merasa kurang leluasa pergi pagi pulang malam. Sejak Ratih tinggal bersamanya, kesehatan Ninit kembali pulih dengan cepat. Keberadaan Ratih bagi Ninit, seperti kembalinya putri yang hilang.
Menurunnya hasrat Toni untuk menikahi Erlika ditambah kesibukan kepindahan kantor pusat ke Semarang, membuat Toni belum juga membicarakan rencana pernikahannya dengan Erlika. Apalagi, Perjanjian no. 4, ikut menentukan kapan Toni baru bisa menikahi kekasihnya. Akibatnya dia mendapat tekanan dari keluarga Erlika yang menuntut janjinya untuk menikahi putri mereka.