Room for Two Bab 3: Liputan Akal-akalan

- Penulis

Selasa, 20 Agustus 2024 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ishana dan Reivan dalam Room for Two bab 3

Ilustrasi Ishana dan Reivan dalam Room for Two bab 3

Room for Two Bab 3
Ilustrasi Ishana dan Reivan dalam Room for Two bab 3

Room for Two Bab 3: Liputan Akal-akalan

“Hana? Ngapain lu pagi-pagi ada di sini? Jangan bilang lu kabur dari laki lu karena enggak mau nikah dijodohin? Astaga, Han!”

Aku melempar senyum kepada Mbak Monic. Dari kedua matanya yang membelalak dan mulutnya yang menganga lebar, aku bisa menakar seberapa besar kadar keterkejutannya karena melihatku di kantor pagi itu. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mau kerja, lah, Mbak.”

“Mana ada! Gue udah kasih izin biar lu bisa cuti seminggu. Ini baru Sabtu kemarin mantenan, masa Senin udah ngantor lagi? Apa kata laki lu nanti!”

Apa kata Reivan? Aku langsung tertawa dalam hati. Seandainya bisa kukatakan kepada Mbak Monic, justru Reivan-lah yang menyuruhku bekerja dan mengakhiri cuti nikahku dalam dua hari saja. 

Semua itu gara-gara obrolanku dengan Reivan, pagi tadi ketika kami sarapan. Aku, yang sempat tidak bisa tidur karena memikirkan kejadian sebelumnya, sudah menandai momen sarapan kami sebagai kesempatan untuk meluruskan kesalahpahaman. Maksudku, aku dan Reivan sama-sama tahu bahwa aku sudah punya pacar, tapi aku ingin meyakinkannya bahwa aku tidak akan pacaran di rumahnya.

Pukul 06.50, Bu Lia mengetuk pintu kamarku dan bertanya apakah aku akan ikut sarapan bersama Reivan. Tanpa sempat membersihkan diri, aku langsung turun ke lantai satu. Tentu saja langsung kusesali keputusanku itu karena penampilanku berbanding terbalik dengan Reivan. 

Suamiku itu duduk di bagian terujung meja makan persegi panjang berkursi enam. Ia sudah rapi, wangi, dan … tampan. Kalau boleh kubilang, bahkan jauh lebih tampan dibandingkan saat kami menikah beberapa hari lalu. Sebagai pembelaan, waktu itu aku tidak memperhatikan Reivan karena terlalu marah bersanding dengannya di pelaminan.

Akan tetapi, pagi itu rambut Reivan yang pendek dan rapi dibiarkan basah tak tersisir. Pakaiannya—yang dua hari lalu selalu terbalut jas resmi atau kemeja berkerah kaku—kali itu berganti dengan atasan santai berlengan panjang. Aku tidak bisa melihat celana apa yang ia kenakan, tetapi aku yakin ia bisa memadupadankannya dengan baik. Singkatnya, Reivan … berbeda. 

Aku buru-buru berbalik lalu kembali meniti tangga menuju kamar mandi di lantai dua. Kubasuh mukaku seadanya, kugosok gigiku, dan kupastikan rambut panjangku terkucir rapi. Meski belum mandi dan tidak wangi, setidaknya aku bisa mengimbangi kerapian Reivan. 

“Hai. Halo.” Ya ampun! Kenapa juga aku harus memulai obrolan dengan cara yang konyol seperti itu? 

Reivan mengangkat kepalanya sekilas. Ia memandangku sepintas sebelum kemudian lanjut menyantap menu sarapan yang tersaji di piring makannya.

Baca Juga:  Novel: A Way to Find You (Part 21)

“Aku mau ngejelasin sesuatu.”

“Silakan.”

“Soal yang semalam. Kamu tahu, kan, aku dan pacarku—”

“Ah, jangan soal ini lagi.”

“Enggak, izinkan aku selesaikan dulu kalimatku.” Aku menunggu sejenak. Ketika Reivan tidak mengucapkan sepatah kata pun untuk menanggapi ucapanku, barulah aku bicara lagi.. “Aku dan pacarku, Alston, kami saling menyayangi.”

Reivan berdecak lalu meletakkan sendok dan garpunya. Namun, karena ia masih tidak mengatakan apa-apa, jadi aku menganggap hal itu tidak pernah terjadi.

“Perasaanku ke Alston sama seperti perasaanmu ke Rayna.”

“Ke mana arah pembicaraanmu?”

Mata Reivan menatap lurus ke mataku, untuk kali pertama sejak aku hidup bersamanya. Sepasang alis matanya yang tebal nyaris bertaut sementara sorot kedua matanya menyiratkan kekecewaan. Kenapa? Apa Rayna, pacar Reivan yang namanya pernah kudengar dari mulutnya sendiri itu membawa kenangan buruk baginya? 

“Maksudku, kita sama-sama punya pacar dan aku enggak keberatan—”

“Enggak, kita enggak sama. Saya memang pernah punya hubungan sama Rayna, tapi seperti yang sudah saya sampaikan, antara kami sudah enggak ada ikatan apa-apa lagi. Semua sudah saya selesaikan sebelum saya nikah sama kamu.”

“Ya tapi intinya kita sama—”

“Enggak, Ishana!” 

Aku terdiam kala volume Reivan meninggi. Saat itu kuharap ada suara teve atau semacamnya agar ruang makan yang menyatu dengan ruang keluarga itu tidak terlalu hening, sebab apa pun yang kami bicarakan jadi terdengar dua kali lebih keras daripada yang seharusnya. Aku khawatir Bu Lia akan mendengar percakapan kami.

“Sebetulnya apa yang mau kamu bicarakan? Saya mau berangkat kerja, jangan buang-buang waktu.”

Kutarik kursi yang paling dekat dengan tempat duduk Reivan. Lalu, kusampaikan dengan suara rendah langsung ke intinya. “Aku terima pesanmu semalam. Aku janji, aku enggak akan pacaran di rumahmu. Tapi tolong, tetap jalankan pernikahan kita sesuai rencana.”

Reivan mengangguk beberapa kali. Ia menarik satu dua lembar tisu di dekatnya lalu mengelap sisa-sisa minyak di mulutnya. Sambil meremas tisu-tisu itu menjadi bola, ia berkata, “Oke. Kalau enggak ada lagi yang mau kamu sampaikan, saya mau pergi.”

“Mau ke mana?”

“Kerja. Dan kalau kamu kangen kepingin dipeluk dan dicium pacarmu”—sialan! Ternyata Reivan mendengar percakapanku dengan Alston semalam!—“mungkin kamu bisa pergi kerja juga. Kamu bisa janjian ketemu dia di tempat mana pun yang kamu suka, asalkan bukan di rumah saya.”

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Dia Sinopsis Pantaskah Aku Berhijab yang Tayang di Netflix pada Maret 2025: Perjalanan Cinta, Keyakinan, dan Pencarian Jati Diri
Ini Dia Sinopsis Film Ash: Sci-Fi Hollywood yang Dibintangi Iko Uwais, Siap Tayang Maret 2025!
Santet Segoro Pitu Tayang di Netflix: Teror Ilmu Hitam dari Pesisir Jawa yang Bikin Merinding!
Sinopsis The Divorce Insurance 2025, Cek Daftar Pemain dan Jadwal Tayangnya di Sini
Misteri Kematian Barbie Hsu, Spekulasi Liar Beredar Di Dunia Maya
Cara Top Up Free Fire dengan Cepat dan Praktis di Voucer Digital
When the Stars Gossip: Drama Korea Terbaru Lee Min Ho yang Bercerita Tentang Luar Angkasa, Wajib Ditonton!
Peraturan di Indonesia tentang Streaming Film Secara Legal

Berita Terkait

Minggu, 30 Maret 2025 - 15:28 WIB

Ini Dia Sinopsis Pantaskah Aku Berhijab yang Tayang di Netflix pada Maret 2025: Perjalanan Cinta, Keyakinan, dan Pencarian Jati Diri

Minggu, 23 Maret 2025 - 19:41 WIB

Ini Dia Sinopsis Film Ash: Sci-Fi Hollywood yang Dibintangi Iko Uwais, Siap Tayang Maret 2025!

Sabtu, 15 Maret 2025 - 15:23 WIB

Santet Segoro Pitu Tayang di Netflix: Teror Ilmu Hitam dari Pesisir Jawa yang Bikin Merinding!

Senin, 10 Maret 2025 - 13:45 WIB

Sinopsis The Divorce Insurance 2025, Cek Daftar Pemain dan Jadwal Tayangnya di Sini

Senin, 3 Maret 2025 - 16:15 WIB

Misteri Kematian Barbie Hsu, Spekulasi Liar Beredar Di Dunia Maya

Berita Terbaru