Redaksiku.com – Meninggalnya tokoh terkemuka Hamas, Ismail Haniyeh, mengejutkan dunia. Sempat tersiar kabar, kematian Haniyeh disebabkan oleh serangan udara. Kini ada informasi terbaru, pemimpin biro politik Hamas itu tewas dikarenakan bom tersembunyi.
Pria kelahiran th. 1962 itu tewas di Tehran (Teheran), Iran, Rabu (31/7) lalu. Lokasi tewasnya Haniyeh adalah di lingkungan kelas atas lokasi Tehran bagian utara, namanya adalah Neshat. Kompleks Neshat dikelola Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Kematiannya berjalan pas Jalur Gaza masih belum aman dari gempuran Israel, pas lokasi itu masih membutuhkan gencatan senjata. Haniyeh, politikus Palestina yang hidup di luar negaranya, sedang ada di Iran. Dia baru saja menghadiri pelantikan Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian, Selasa (30/7).
“Pagi hari ini, kediaman Ismail Haniyeh di Teheran diserang, membuat dia dan satu pengawalnya mati syahid,” sebut Garda Revolusi Iran dalam pernyataannya, dilansir Reuters dan Al Arabiya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Iran, sebagaimana diketahui, merupakan negara musuh bebuyutan Iran. Masih hangat di ingatan, Israel melancarkan serangan mematikan yang menewaskan jenderal penting Iran dan Iran balas meluncurkan serangan udara ke Israel.
Laporan New York Times yang mengutip para pejabat Iran termasuk menyebut pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memerintahkan serangan segera Israel. Khamenei bersumpah bakal laksanakan pembalasan dan menyebutkan bahwa membalas kematian Haniyeh adalah tugas Iran, mengingat hal itu berjalan di lokasi Iran.

Sempat tersiar kabar, kematian Haniyeh disebabkan oleh rudal yang terbang meluncur dan meledak di tempat tinggal yang dia menempati di Tehran itu. Informasi layaknya ini kabarnya disiarkan di momen-momen awal oleh pihak Iran maupun Hamas.
Kantor berita Iran, Fars News Agency, melaporkan bahwa Haniyeh yang sedang berada di Tehran tewas akibat “serangan rudal yang diluncurkan dari udara” Rabu (31/7) pas setempat. Namun tidak disebut lebih lanjut soal pelaku yang meluncurkan serangan rudal tersebut.
Sedangkan Hamas memperlihatkan Haniyeh terbunuh “dalam serangan udara Zionis di kediamannya di Teheran” sesudah dia menghadiri pelantikan Pezeshkian sebagai Presiden baru Iran.
Ternyata menurut laporan teranyar New York Times, Haniyeh tewas dikarenakan bom, bukan rudal.
Haniyeh tewas oleh bom
Laporan New York Times menyebut bahwa pemimpin biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, tewas akibat bom yang diselundupkan ke dalam wisma tamu yang ditinggalinya di Tehran.
Seperti dilaporkan New York Times dan dilansir Al Arabiya, Jumat (2/8/2024), laporan New York Times yang mengutip sejumlah sumber pejabat Timur Tengah dan AS menyebut bom atau peledak itu disembunyikan di dalam wisma tamu yang ditempati Haniyeh sejak dua bulan sebelumnya.
Bom itu, menurut laporan NYT, diledakkan dari jarak jauh sesudah Haniyeh dipastikan berada di dalam kamarnya. Disebutkan NYT dalam laporannya bahwa Haniyeh udah beberapa kali menginap di wisma tamu tersebut selama kunjungannya ke Teheran.

Para pejabat AS, menurut laporan NYT, yakin bahwa Israel berada di balik pembunuhan Haniyeh, dan para pejabat intelijen Tel Aviv udah beri tambahan pengarahan kepada Washington dan pemerintah negara Barat lainnya tak lama sesudah perihal tersebut.
Meskipun Hamas dan Iran menuduh Israel sebagai dalang di balik pembunuhan Haniyeh, pemerintah maupun militer Tel Aviv belum mengaku bertanggung jawab.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau WhatsApp Channels






