Pernyataan Menteri Kesehatan Soal Ukuran Celana Pria 33-34 Bisa Jadi Tanda Awal Kematian Dini Picu Pro dan Kontra, Pihak Istana Buka Suara

- Penulis

Sabtu, 17 Mei 2025 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi tanggapi pernyataan Menteri kesehatan sebut ukuran celana pria bisa jadi indikator risiko kematian dini. (Foto: Instagram @pco.ri)

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi tanggapi pernyataan Menteri kesehatan sebut ukuran celana pria bisa jadi indikator risiko kematian dini. (Foto: Instagram @pco.ri)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali menjadi sorotan usai menyampaikan pernyataan yang memicu perdebatan publik.

Dalam kesempatan resmi, ia menyebut pria dengan ukuran celana di atas 32 perlu waspada karena berisiko mengalami kematian lebih dini.

Pernyataan ini kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan sebagai bagian dari kampanye hidup sehat berbasis data.

Kepala Kantor PCO Tanggapi Pernyataan Menteri Kesehatan

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi tanggapi pernyataan Menteri kesehatan sebut ukuran celana pria bisa jadi indikator risiko kematian dini. (Foto: Instagram @pco.ri)
Pernyataan Menteri Kesehatan Soal Ukuran Celana Pria 33-34 Bisa Jadi Tanda Awal Kematian Dini Picu Pro dan Kontra, Pihak Istana Buka Suara

Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, membela menteri kesehatan terkait kontroversi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa data tersebut bersumber dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan di berbagai daerah.

Tujuan penggunaan ukuran celana sebagai acuan adalah agar masyarakat bisa lebih cepat sadar tentang risiko obesitas dan dampaknya terhadap produktivitas.

Hasan juga menambahkan bahwa pendekatan ini sudah lama diterapkan di Jepang.

Di sana, pemerintah rutin mengukur lingkar pinggang penduduk berusia 40 tahun ke atas untuk mendeteksi dini masalah kesehatan.

Jika ukuran lingkar perut melebihi ambang batas, mereka diwajibkan mengikuti program khusus untuk menurunkan berat badan.

Dengan mengambil contoh Jepang, Hasan menegaskan bahwa pernyataan menteri kesehatan bukan bentuk candaan, tapi upaya mengomunikasikan visi kesehatan masa depan.

Dia juga menyebut bahwa gaya komunikasi ini perlu dimaknai sebagai pendekatan yang lebih membumi untuk menjangkau kesadaran masyarakat luas.

Menteri Kesehatan Gunakan Ukuran Celana Sebagai Strategi Komunikasi Kesehatan Masyarakat

Menteri kesehatan menyampaikan pesan ini bukan tanpa dasar.

Ia mengaku ingin menjelaskan risiko kesehatan akibat lemak berlebih di dalam tubuh, terutama lemak yang disebut visceral fat.

Daripada menggunakan istilah teknis seperti Body Mass Index (BMI), ia memilih pendekatan yang lebih membumi, yakni ukuran celana.

Menurutnya, istilah seperti BMI cenderung sulit dipahami masyarakat umum dan tidak semua orang bisa langsung menghubungkannya dengan risiko penyakit.

Namun, dengan ukuran celana atau lingkar pinggang, masyarakat bisa lebih cepat memahami konteks dan melakukan evaluasi pribadi.

Dalam penjelasannya di hadapan DPR, menteri kesehatan menekankan bahwa lemak visceral berbahaya karena menempel pada organ dalam seperti liver dan jantung.

Lemak tersebut dapat memicu pelepasan sitokin pro-inflamasi seperti interleukin 6 yang memicu berbagai penyakit metabolik.

Karena itu, ia merekomendasikan BMI di bawah 24, atau secara lebih sederhana, lingkar pinggang pria di bawah 90 cm dan wanita di bawah 80 cm.

Pernyataan ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk masyarakat dan tokoh publik yang melihatnya dari berbagai perspektif.

Meski menuai polemik, fokus utama menteri kesehatan tetap pada perubahan gaya hidup masyarakat.

Ia ingin menekan angka penyakit tidak menular yang berkaitan dengan obesitas, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

Pernyataan soal ukuran celana menjadi semacam alarm atau tanda bahaya bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi tubuhnya sendiri.

Beberapa pihak mengkritik pendekatan ini karena dianggap menggeneralisasi, namun tak sedikit pula yang mengapresiasi kejujuran dan kesederhanaan komunikasinya.

Menteri kesehatan memang dikenal memiliki gaya komunikasi yang terbuka, bahkan kadang tak lazim, namun fokusnya selalu pada substansi masalah.

Ia juga berulang kali menekankan bahwa perubahan perilaku masyarakat adalah kunci dari keberhasilan reformasi sistem kesehatan.

Dengan tingginya angka obesitas di Indonesia, pendekatan edukatif yang praktis dianggap lebih efektif dibanding pendekatan normatif yang kaku.

Karenanya, pernyataan ini diyakini akan mendorong diskusi publik lebih luas tentang pentingnya menjaga berat badan dan pola makan sehat.

Kontroversi yang muncul akibat pernyataan menteri kesehatan terkait ukuran celana bukanlah tanpa tujuan.

Pesan tersebut menyimpan makna penting tentang kesadaran kesehatan tubuh, terutama dalam konteks obesitas dan lemak visceral yang berbahaya.

Dengan mengedepankan komunikasi yang lebih mudah dipahami masyarakat, menteri berharap edukasi kesehatan bisa menjangkau lebih luas dan efektif.

Banyak pihak mulai membahas pentingnya edukasi kesehatan yang mudah dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menteri kesehatan menilai komunikasi publik yang sederhana bisa menjadi kunci keberhasilan program pencegahan penyakit.

Isu obesitas saat ini menjadi salah satu perhatian utama dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.

Data dari program cek kesehatan gratis menunjukkan tingginya angka risiko akibat lemak berlebih di masyarakat.

Penjelasan tentang visceral fat menjadi penting karena tidak semua lemak terlihat dari luar tubuh.

Lemak yang menempel di organ dalam seperti jantung dan liver memiliki dampak serius bagi kesehatan jangka panjang.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lengkap! Jadwal Kapal Kalabahi Tual Juli 2026 Beserta Harga Tiket dan Rute Transitnya
Viral! NPD World Tour 2026 Umumkan Rangkaian Tur Konser Terunik, Ini Jadwal dan Daftar Lokasinya
Mau ke Jakarta Fair Kemayoran? Ini Tips Datang ke PRJ agar Kunjungan Lebih Nyaman dan Seru
Lengkap! Daftar Nominasi Emmy Awards 2026, Hacks dan The Pitt Dominasi Persaingan
74 Kg Emas Berapa Rupiah? Ini Nilai Taksirannya Berdasarkan Harga Emas Hari Ini
Rugikan Negara hingga Rp5 Triliun! Kasus Korupsi Batu Bara PLTU Masuk Babak Baru, Polisi Geledah Titik ke 13
Gol Mesir Dianulir Wasit, Argentina Comeback Dramatis Menang 3-2
Febrie Adriansyah Soroti Komunikasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:19 WIB

Lengkap! Jadwal Kapal Kalabahi Tual Juli 2026 Beserta Harga Tiket dan Rute Transitnya

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:38 WIB

Mau ke Jakarta Fair Kemayoran? Ini Tips Datang ke PRJ agar Kunjungan Lebih Nyaman dan Seru

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:54 WIB

Lengkap! Daftar Nominasi Emmy Awards 2026, Hacks dan The Pitt Dominasi Persaingan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:41 WIB

74 Kg Emas Berapa Rupiah? Ini Nilai Taksirannya Berdasarkan Harga Emas Hari Ini

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:28 WIB

Rugikan Negara hingga Rp5 Triliun! Kasus Korupsi Batu Bara PLTU Masuk Babak Baru, Polisi Geledah Titik ke 13

Berita Terbaru

Semifinal Piala Dunia 2026: Jadwal dan Empat Tim Terakhir

Olahraga

Semifinal Piala Dunia 2026: Jadwal dan Empat Tim Terakhir

Minggu, 12 Jul 2026 - 12:09 WIB

Skor Inggris vs Norwegia 2-1, Bellingham Jadi Penentu

Olahraga

Skor Inggris vs Norwegia 2-1, Bellingham Jadi Penentu

Minggu, 12 Jul 2026 - 11:47 WIB

Swiss vs Argentina 1-3, Albiceleste Lolos Dramatis

Olahraga

Swiss vs Argentina 1-3, Albiceleste Lolos Dramatis

Minggu, 12 Jul 2026 - 11:41 WIB