Update Terbaru Dolar AS Saat ini ada di Rp15.720

- Penulis

Rabu, 14 Agustus 2024 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Update Terbaru Dolar AS Saat ini ada di Rp15.720

Update Terbaru Dolar AS Saat ini ada di Rp15.720

Redaksiku.com – Nilai rubah rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan hari ini, Rabu (14/8/2024).

Rupiah pagi ini diperdagangkan di level Rp 15.720 per dolar AS atau menguat 0,7% dibandingkan posisi kemarin.

Adapun, penguatan rupiah terdorong oleh rilis knowledge indeks harga produsen (PPI) AS semalam yang menambah ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve atau The Fed pada September.

Indeks harga produsen (PPI) untuk permohonan akhir naik tidak tebal 0,1% pada periode Juli sehabis naik 0,2% tanpa revisi pada Juni, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pada mulanya sudah mengungkap nilai rubah rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) akan terus menguat dalam waktu dekat. Didasarinya dari ramalan timbulnya faktor-faktor yang memperkuat mata duit rupiah.

“Ke depan, nilai rubah Rupiah diprakirakan bergerak stabil dalam kecenderungan menguat,” ucap Perry waktu konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, dikutip Rabu (18/8/2024).

Update Terbaru Dolar AS Saat ini ada di Rp15.720
Update Terbaru Dolar AS Saat ini ada di Rp15.720

Ramalan teranyar BI pada faktor-faktor yang memperkuat rupiah pertama ialah makin lama cepatnya potensi pemangkasan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed), dari semula perkiraannya turun merasa September dari pada mulanya Desember 2024. Bahkan, tersedia kemungkinan pemangkasan sambungan pada November dan Desember 2024.

Suku bunga acuan The Fed, yaitu Fed Fund Rate waktu ini di level 5,25-5,50%. Dengan kemungkinan turun lebih cepat maka akan membuat tingkat bunga di AS turun dan membuat aliran modal asing kembali menuju ke pasar ekonomi berkembang, agar bisa memperkuat pasokan dolar di dalam negeri.

Kendati rupiah sudah menguat, namun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap pihaknya tetap waspada.

Dia melihat keadaan ketidakpastian tetap ada, biarpun baru saja tersedia rencana pemangkasan suku bunga acuan AS lebih cepat oleh Bank Sentral Federal Reserve (Fed).

“UST tetap akan condong menekan sebab defisit yang besar sebab itu mereka akan keluarkan UST yang banyak yang membuat yield jatuh,” jelasnya.

“Oleh sebab itu, kami di dalam negeri untuk bond kami hati hati, ini tersedia hubungannya dengan APBN kami yang wajib dijaga agar tidak timbulkan surprise,” tegas Sri Mulyani.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waspada 7 Hal Pajak Marketplace Mulai 1 Juli 2026
Wajib Tahu! 7 Cara Cek SLIK OJK Online Lewat HP
Harga Emas Antam Hari Ini 19 Juni 2026 Turun Lagi, Jadi Rp2,673 Juta per Gram
BI Rate Naik Jadi 5,75 Persen Hari Ini, Apa Dampaknya ke Cicilan, Tabungan, dan Rupiah?
Harga Emas Antam Hari Ini 18 Juni 2026 Turun Rp30.000, Jadi Rp2,703 Juta per Gram
Cara Mengajukan KPR FLPP Rumah Subsidi, Cek Syarat dan Keuntungannya
Cara Cek Bansos Kemensos Juni 2026 Lewat HP, Bisa Melalui Website dan Aplikasi Resmi
Tembus Rp18.000! Rupiah Tertekan, Ini Sinyal Bahaya dari Dolar AS
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:23 WIB

Waspada 7 Hal Pajak Marketplace Mulai 1 Juli 2026

Senin, 29 Juni 2026 - 12:30 WIB

Wajib Tahu! 7 Cara Cek SLIK OJK Online Lewat HP

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:48 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 19 Juni 2026 Turun Lagi, Jadi Rp2,673 Juta per Gram

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:07 WIB

BI Rate Naik Jadi 5,75 Persen Hari Ini, Apa Dampaknya ke Cicilan, Tabungan, dan Rupiah?

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:27 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 18 Juni 2026 Turun Rp30.000, Jadi Rp2,703 Juta per Gram

Berita Terbaru