Redaksiku.com – Nilai rubah rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan hari ini, Rabu (14/8/2024).
Rupiah pagi ini diperdagangkan di level Rp 15.720 per dolar AS atau menguat 0,7% dibandingkan posisi kemarin.
Adapun, penguatan rupiah terdorong oleh rilis knowledge indeks harga produsen (PPI) AS semalam yang menambah ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve atau The Fed pada September.
Indeks harga produsen (PPI) untuk permohonan akhir naik tidak tebal 0,1% pada periode Juli sehabis naik 0,2% tanpa revisi pada Juni, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pada mulanya sudah mengungkap nilai rubah rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) akan terus menguat dalam waktu dekat. Didasarinya dari ramalan timbulnya faktor-faktor yang memperkuat mata duit rupiah.
“Ke depan, nilai rubah Rupiah diprakirakan bergerak stabil dalam kecenderungan menguat,” ucap Perry waktu konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, dikutip Rabu (18/8/2024).

Ramalan teranyar BI pada faktor-faktor yang memperkuat rupiah pertama ialah makin lama cepatnya potensi pemangkasan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed), dari semula perkiraannya turun merasa September dari pada mulanya Desember 2024. Bahkan, tersedia kemungkinan pemangkasan sambungan pada November dan Desember 2024.
Suku bunga acuan The Fed, yaitu Fed Fund Rate waktu ini di level 5,25-5,50%. Dengan kemungkinan turun lebih cepat maka akan membuat tingkat bunga di AS turun dan membuat aliran modal asing kembali menuju ke pasar ekonomi berkembang, agar bisa memperkuat pasokan dolar di dalam negeri.
Kendati rupiah sudah menguat, namun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap pihaknya tetap waspada.
Dia melihat keadaan ketidakpastian tetap ada, biarpun baru saja tersedia rencana pemangkasan suku bunga acuan AS lebih cepat oleh Bank Sentral Federal Reserve (Fed).
“UST tetap akan condong menekan sebab defisit yang besar sebab itu mereka akan keluarkan UST yang banyak yang membuat yield jatuh,” jelasnya.
“Oleh sebab itu, kami di dalam negeri untuk bond kami hati hati, ini tersedia hubungannya dengan APBN kami yang wajib dijaga agar tidak timbulkan surprise,” tegas Sri Mulyani.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






